Menurut nutrisionis Kara Landau, angka standar yang digunakan seseorang saat berdiet adalah 1.200 kalori. Sebagian beranggapan bahwa dengan mengonsumsi asupan sebanyak 1.200 kalori per hari, maka berat badan pasti akan cepat turun.
"Ini benar-benar keliru. Membatasi secara ekstrem asupan kalori Anda justru bisa berefek negatif," tutur Landau, seperti dikutip dari Daily Mail.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nutrisionis asal Melbourne tersebut menjelaskan bahwa mengonsumsi hanya 1.200 kalori saja tidak akan membuat kebutuhan gizi Anda secara keseluruhan tercukupi. Beberapa asupan khusus diet juga seringkali tidak memiliki nutrisi yang cukup. Tidak ada cukup asupan protein, probiotik, serat, vitamin atau mineral bagi tubuh.
"Padahal nutrisi-nutrisi ini penting bagi tingkat energi, konsentrasi dan bahkan membantu Anda mengontrol nafsu makan. Hal ini tentu penting bagi program diet Anda bukan? Sebab pada dasarnya makanan bergizi akan membuat Anda kenyang lebih lama," imbuhnya.
Bukan cuma memengaruhi pemenuhan kebutuhan nutrisi tubuh, beberapa ahli diet bahkan juga menjelaskan bahwa kekurangan energi dan nutrisi dalam jangka panjang dapat memengaruhi sistem sirkulasi darah. Bahkan hal ini juga berdampak pada kesuburan Anda.
"Tidak mendapatkan cukup nutrisi yang dibutuhkan juga dapat menempatkan Anda pada risiko masalah kesuburan. Faktanya lemak sehat sangat diperlukan untuk memproduksi hormon kesuburan. Nah, proses ini bisa terhambat jika asupan kalori Anda dipangkas terlalu ekstrem," tegas Landau.
Baca juga: Makan Salak Bikin Sembelit, Makan Pepaya Lancarkan BAB?
(ajg/up)











































