Diet yo-yo merupakan istilah untuk menggambarkan naik turunnya berat badan secara berulang dan tidak pernah stabil. Pada satu periode berat badan turun drastis, lalu naik lagi di periode berikutnya. Demikian, siklus tersebut selalu berulang.
Walau diet naik-turun semacam ini tidak baik untuk kesehatan, seorang pakar biostatistik dari University of Alabama menyebutnya masih lebih sehat dibandingkan membiarkan berat badan tetap stabil di level gemuk. Penelitian pada tikus membuktikan diet yo-yo lebih memberikan peluang untuk berumur panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Wanita Gemuk Lebih Berisiko Terkena Kanker Dinding Rahim
Diperkirakan 2 dari 3 orang di Inggris mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Tanpa ada upaya untuk mengatasinya, kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko penyakit mematikan seperti diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung.
Celakanya, penelitian juga membuktikan bahwa gemuk bisa 'menular' di sebuah lingkungan pergaulan. Menghabiskan waktu bersama rekan-rekan yang gemuk, dan memiliki pola hidup yang tidak sehat tentunya, akan menularkan berbagai faktor risiko kegemukan.
Baca juga: Bahaya! Jangan Pernah Lakukan Diet Yo-yo (up/up)











































