4 Kebijakan untuk Cegah Meningkatnya Kasus Obesitas dan Kegemukan

4 Kebijakan untuk Cegah Meningkatnya Kasus Obesitas dan Kegemukan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Rabu, 01 Mar 2017 10:06 WIB
4 Kebijakan untuk Cegah Meningkatnya Kasus Obesitas dan Kegemukan
Foto: thinkstock
Jakarta - Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terjadi di hampir setiap negara, terutama negara maju dan negara berkembang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat adanya peningkatan hingga 2 kali lipat dalam jumlah pengidap obesiats sejak tahun 1980.

Sekitar 39 persen orang dewasa mengalami kelebihan berat badan dan 13 persen lainnya mengalami obesitas. Dua kondisi ini erat kaitannya dengan risiko penyakit tidak menular seperti stroke, serangan jantung, diabetes, hipertensi hingga kanker.

Untuk itu, detikHealth pun merangkum 4 saran kebijakan yang bisa dilakukan untuk menekan pertumbuhan pengidap obesitas. Apa saja?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Diet 'Yo-yo' Memang Tak Sehat, Tapi Tetap Stabil di Gemuk Lebih Bahaya


1. Pajak minuman ringan

Foto: Getty Images
Peneliti dari University of Melbourne, Australia, mengatakan memberikan pajak pada minuman ringan yang tinggi kandungan gula bisa menjadi salah satu kebijakan baik untuk mencegah obesitas.

Memberikan pajak pada minuman ringan dapat meningkatkan harga jual produk sebesar 20 persen, dan dibuktikan penelitian mampu mengurangi minat membeli seseorang.

2. Larangan iklan junk food di TV

Foto: iStock
Dalam laporan yang diterbitkan WHO pada tahun 2009, iklan di televisi dan radio merupakan salah satu faktor utama seseorang memilih makanan tertentu. Karena alasan itu, wacana melarang junk food, fast food maupun makanan instan untuk beriklan di televisi menjadi barak.

Kota Quebec di Kanada sudah melakukannya dengan melarang iklan junk food pada jam-jam anak menonton televisi. Sementara Spanyol melarang adanya iklan junk food di lingkungan TK dan sekolah.

3. Hilangkan label sehat pada makanan

Foto: FDA/iStock
Salah satu kekhawatiran soal meningkatnya kasus obesitas dan kegemukan adalah penggunaan label 'aman' dan 'sehat' pada makanan tanpa mencantumkan nilai gizi.

Hal ini dikatakan pakar dapat membuat seseorang memilih makanan yang tampak sehat namun memiliki nilai gizi yang rendah serta kalori dan gula yang tinggi.

4. Pembatasan sponsor makanan

Foto: iStock
Perhelatan olahraga merupakan tempat di mana banyak orang duduk untuk menonton dalam waktu lama. Nah, pada perhelatan seperti ini, makanan junk food sering dicari karena murah dan gampang ditemukan.

Royal Australasian College of Physicians mengatakan hal ini seharusnya bisa dihindari jika ada peraturan yang membatasi penjualan makanan tidak sehat dan alkohol dalam acara olahraga.

Halaman 2 dari 5
Peneliti dari University of Melbourne, Australia, mengatakan memberikan pajak pada minuman ringan yang tinggi kandungan gula bisa menjadi salah satu kebijakan baik untuk mencegah obesitas.

Memberikan pajak pada minuman ringan dapat meningkatkan harga jual produk sebesar 20 persen, dan dibuktikan penelitian mampu mengurangi minat membeli seseorang.

Dalam laporan yang diterbitkan WHO pada tahun 2009, iklan di televisi dan radio merupakan salah satu faktor utama seseorang memilih makanan tertentu. Karena alasan itu, wacana melarang junk food, fast food maupun makanan instan untuk beriklan di televisi menjadi barak.

Kota Quebec di Kanada sudah melakukannya dengan melarang iklan junk food pada jam-jam anak menonton televisi. Sementara Spanyol melarang adanya iklan junk food di lingkungan TK dan sekolah.

Salah satu kekhawatiran soal meningkatnya kasus obesitas dan kegemukan adalah penggunaan label 'aman' dan 'sehat' pada makanan tanpa mencantumkan nilai gizi.

Hal ini dikatakan pakar dapat membuat seseorang memilih makanan yang tampak sehat namun memiliki nilai gizi yang rendah serta kalori dan gula yang tinggi.

Perhelatan olahraga merupakan tempat di mana banyak orang duduk untuk menonton dalam waktu lama. Nah, pada perhelatan seperti ini, makanan junk food sering dicari karena murah dan gampang ditemukan.

Royal Australasian College of Physicians mengatakan hal ini seharusnya bisa dihindari jika ada peraturan yang membatasi penjualan makanan tidak sehat dan alkohol dalam acara olahraga.

(mrs/vit)

Berita Terkait