Sabtu, 01 Apr 2017 15:05 WIB

Jauhi Makanan Berkalori Tinggi Tapi Tetap Gemuk, Salah di Mana?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Mengurangi berat badan memang terasa sulit bagi banyak orang. Meski sudah berjuang menjauhi makanan berkalori tinggi dan berlemak seperti susu, keju, pizza, burger, dan kawan-kawannya, tapi tetap saja rasanya sia-sia. Salah di mana?

"Menjadi gemuk itu bukan melulu karena makanan tersebut. Makanan lokal pun bisa membuat gemuk. Contoh gampangnya adalah terlalu banyak makan gulai, santan, goreng-goreng dan minum minuman manis-manis," ungkap ahli gizi dan diet, Leona Victoria Djajadi MND.

Ditambahkan Victoria, mengurangi jatah makan besar juga belum tentu mengurangi kalori yang dikonsumsi. Apalagi bila hobi mengemil belum benar-benar hilang. Pasalnya, jumlah kalori dipengaruhi oleh jenis makanannya, apakah itu nasi, lauk, sayur, dan bagaimana cara memasaknya, direbus, ditumis, atau digoreng.

Baca juga: Masih Dipercaya, 5 Hoax Diet Ini Justru Bisa Bikin Gemuk Lho

"Jadi perlu memperhatikan apa yang dimakan. Kalau hanya makan 1 kali sehari, seperti mengikuti pola diet Intermitten Fasting maka tidak masalah. Yang menjadi masalah jika ternyata ngemilnya sepanjang hari," kata wanita lulusan University of Sydney.

Salah satu trik untuk mengurangi berat badan adalah mengurangi konsumsi minyak dan lemak, sebab dua nama tersebut mengandung kalori 2 kali lipat lebih banyak dibanding karbohidrat dan protein. Maka itu, pilihlah minyak zaitun sebagai pilihan minyak yang baik untuk menumis atau menggoreng.

Selain itu, kata Victoria kurangi juga asupan garam yang biasanya ada pada makanan cepat saji atau instan.

"Di dalam tubuh, garam akan menyerap air sehingga air tidak bisa digunakan untuk keperluan lain, menyebabkan naiknya tekanan darah dan menambah berat badan," pungkas Victoria.

Baca juga: Sering Dipermalukan, Orang Gemuk Bisa Jadi Sakit Jantung

(hrn/vit)