Jakarta -
Demi berhasil menurunkan berat badan dan tampil lebih langsing, tak jarang orang kemudian menerapkan pola makan yang ekstrem. Salah satunya adalah dengan mengurangi waktu makan dan menghilangkan salah satu asupan tertentu seperti karbohidrat.
Waspada, bukannya turun berat badan, diet ekstrem yang keliru justru bisa memberikan efek negatif bagi tubuh. Seperti disampaikan oleh nutrisionis dari New York University, Lisa Young, PhD, bahwa nutrisi seimbang sangat penting untuk menjaga kestabilan metabolisme, yang kemudian memengaruhi kinerja organ-organ dalam tubuh.
"Membatasi kalori terlalu ekstrem dapat membuat tubuh kekurangan nutrisi. Lebih lanjut, tubuh bisa akan beradaptasi dengan memecah jaringan otot untuk menyimpan energi. Pada akhirnya, kondisi ini dapat memperlambat metabolisme dan membuat Anda malah lebih sulit untuk menurunkan berat badan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti apa tanda yang ditunjukkan tubuh bahwa diet ekstrem Anda keliru dan perlu diperbaiki? Berikut jawabannya, seperti dirangkum detikHealth:
Baca juga: Dianggap Tinggi Kolesterol, Baguskah Telur Dikonsumsi Pasien Jantung?
1. Anda selalu lapar
Foto: Thinkstock
|
Saat tubuh kekurangan kalori secara ekstrem, maka Anda cenderung akan selalu lapar dan tak bisa berhenti memikirkan tentang makanan. Jika kondisi ini terjadi dan Anda bukannya mengisi perut dengan sekadar camilan, namun malah ogah makan, yang terjadi justru Anda bisa kalap di waktu makan berikutnya.Menurut Young, ngemil saat sedang ingin turun berat badan bukanlah hal yang 100 persen dilarang. Ngemil justru dapat membantu menjaga asupan kalori Anda tetap stabil dan pikiran tetap fokus selama Anda menjalani aktivitas.
"Untuk mencegah Anda lapar berlebihan dan kalap di waktu makan, Anda sebaiknya mengonsumsi menu yang kaya akan protein dan serat setiap kali makan," ujar Young.
2. Periode haid jadi tak teratur
Foto: thinkstock
|
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah diet Anda sudah tepat atau belum adalah melalui periode haid. Jika Anda tak mengonsumsi cukup asupan nutrisi dan kalori, umumnya periode haid Anda akan menjadi tak teratur."Bahkan mungkin haid Anda akan berhenti atau menjadi lebih sedikit karena tubuh tidak memiliki cukup lemak untuk menghasilkan hormon yang memicu siklus haid," ungkap Young.
3. Pusing
Foto: Thinkstock
|
Salah satu komponen yang berkaitan dengan fungsi otak adalah glukosa dalam darah, yang berasal dari karbohidrat yang Anda makan. Membatasi asupan kalori dan karbohidrat terlalu ekstrem pun dapat membuat Anda menjadi kekurangan energi. Akibatnya kerja otak menjadi sedikit terhambat dan Anda menjadi pusing atau sakit kepala.
4. Lemas dan mudah mengantuk
Foto: thinkstock
|
Jika Anda menjadi mudah mengantuk dan merasa tak cukup berenergi untuk beraktivitas seperti biasa, bisa jadi ini karena asupan kalori Anda terlalu banyak dibatasi."Saat Anda tidak cukup mengonsumsi energi, Anda cenderung akan menjadi merasa lelah sepanjang waktu dan selalu ingin tidur," imbuh Young.
5. Cepat marah dan mudah tersinggung
Foto: Ilustrasi/ Thinkstock
|
Young menuturkan, salah satu efek lainnya ketika Anda terlalu membatasi asupan kalori adalah perasaan sensitif dan mudah marah. Beberapa penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa diet terlalu ketat kerap dikaitkan dengan mood yang mudah berubah.Baca juga: Makan Nasi Harus Separuh Porsi Kalau Mau Langsing, Benar Tidak Ya?
Saat tubuh kekurangan kalori secara ekstrem, maka Anda cenderung akan selalu lapar dan tak bisa berhenti memikirkan tentang makanan. Jika kondisi ini terjadi dan Anda bukannya mengisi perut dengan sekadar camilan, namun malah ogah makan, yang terjadi justru Anda bisa kalap di waktu makan berikutnya.
Menurut Young, ngemil saat sedang ingin turun berat badan bukanlah hal yang 100 persen dilarang. Ngemil justru dapat membantu menjaga asupan kalori Anda tetap stabil dan pikiran tetap fokus selama Anda menjalani aktivitas.
"Untuk mencegah Anda lapar berlebihan dan kalap di waktu makan, Anda sebaiknya mengonsumsi menu yang kaya akan protein dan serat setiap kali makan," ujar Young.
Salah satu tanda yang perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah diet Anda sudah tepat atau belum adalah melalui periode haid. Jika Anda tak mengonsumsi cukup asupan nutrisi dan kalori, umumnya periode haid Anda akan menjadi tak teratur.
"Bahkan mungkin haid Anda akan berhenti atau menjadi lebih sedikit karena tubuh tidak memiliki cukup lemak untuk menghasilkan hormon yang memicu siklus haid," ungkap Young.
Salah satu komponen yang berkaitan dengan fungsi otak adalah glukosa dalam darah, yang berasal dari karbohidrat yang Anda makan. Membatasi asupan kalori dan karbohidrat terlalu ekstrem pun dapat membuat Anda menjadi kekurangan energi. Akibatnya kerja otak menjadi sedikit terhambat dan Anda menjadi pusing atau sakit kepala.
Jika Anda menjadi mudah mengantuk dan merasa tak cukup berenergi untuk beraktivitas seperti biasa, bisa jadi ini karena asupan kalori Anda terlalu banyak dibatasi.
"Saat Anda tidak cukup mengonsumsi energi, Anda cenderung akan menjadi merasa lelah sepanjang waktu dan selalu ingin tidur," imbuh Young.
Young menuturkan, salah satu efek lainnya ketika Anda terlalu membatasi asupan kalori adalah perasaan sensitif dan mudah marah. Beberapa penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa diet terlalu ketat kerap dikaitkan dengan mood yang mudah berubah.
Baca juga: Makan Nasi Harus Separuh Porsi Kalau Mau Langsing, Benar Tidak Ya?
(ajg/up)