Makin Tua, Benarkah Makin Susah Turunkan Berat Badan?

Makin Tua, Benarkah Makin Susah Turunkan Berat Badan?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 10 Mei 2017 20:09 WIB
Makin Tua, Benarkah Makin Susah Turunkan Berat Badan?
Foto: Thinkstock
Jakarta - Obesitas bisa pula dialami orang lanjut usia (lansia) hingga timbullah keinginan menurunkan berat badan. Lantas, apakah ini lebih sulit dilakukan oleh lansia?

Diungkapkan dr Medha Munshi, ahli geriatri dan endokrinologi di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, beberapa faktor memang bisa membuat penurunan berat badan sulut dilakukan seiring bertambahnya usia. Bahkan, mereka yang tetap aktif pun akan kehilangan massa otot di setiap dekade kehidupan mereka, sejak usia 30 tahun.

"Penelitian menunjukkan hilangnya massa otot akan digantikan dengan lemak. Nah, otot menggunakan lebih banyak kalori dibanding lemak sehingga otot yang berkurang membuat metabolisme lebih lambat dan kebutuhan kalori pun lebih sedikit," kata Munshi dikutip dari New York Times.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan kadar hormon seks yaitu estrogen dan testosteron yang biasanya dimulai saat usia 50-an pada wanita (seiring dengan jelang menopause) kemudian dialami pula pada pria, juga bisa menyulitkan program penurunan berat badan. Sementara, ahli jantung intervensi di Cleveland Clinic, Dr Leslie Cho mengatakan perubahan berat badan bisa memengaruhi metabolisme.

Baca juga: 5 Aktivitas di Malam Hari yang Bisa Bantu Turunkan Bobot

Ia menjelaskan lansia berusia 60 tahun dengan bobot 90 kg di mana sebelumnya berbobot 130 kg memerlukan lebih sedikti kalori per hari dibanding orang lain dengan usia dan berat badan sama, tapi tanpa penurunan bobot. Nah, kehilangan sel-sel lemak secara tidak langsung menipu tubuh sehingga tubuh berpikir ia kelaparan dan butuh konsumsi kalori yang lebih banyak.


"Anda perlu makan lebih sedikit untuk mempertahankan bobot jika bobot Anda terlalu berat," kata Cho.

Hal lain yang perlu diingat, lansia juga cenderung memiliki rasa sakit dan nyeri sehingga mereka sulit beraktivitas, termasuk melakukan aktivitas fisik. Alih-alih terobsesi dengan angka pada timbangan, Cho menyarankan para lansia lebih fokus pada kebugarannya.

"Ini bukan soal menurunkan bobot, tapi menjaga berat badan dan penerapan pola hidup serta pola makan yang sehat," ujarnya.

Sedangkan, Munshi menenkankan bahwa latihan beban juga bisa mempercepat metabolisme. Konsumsi protein tanpa menambah kalori dalam asupan harian juga bisa membantu membangun atau mempertahankan otot. Namun, berangkat dari pengalamannya, beberapa lansia justru lebih banyak mengalami kekurangan bobot karena mereka kehilangan nafsu makan seiring dengan menurunnya indra penciuman.

Hal terpenting, jika memang Anda ingin menjalani program penurunan bobot, terlebih di usia yang tak lagi muda, pastikan untuk berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Baca juga: Rajin Makan Semangka di Malam Hari, Bobot Oktaria Turun 25 Kg dalam 11 Bulan (rdn/vit)

Berita Terkait