Pola Makan Tak Teratur Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Diabetes

Pola Makan Tak Teratur Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Diabetes

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Minggu, 14 Mei 2017 08:26 WIB
Pola Makan Tak Teratur Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Diabetes
Foto: thinkstock
Jakarta - Pola makan tak teratur bukan hanya berisiko menimbulkan masalah pencernaan. Dikatakan pakar, pola makan tak teratur juga dapat meningkatkan risiko terserang diabetes.

dr Fiastuti Witjaksono, SpGK(K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo, mengatakan pola makan yang tak teratur menyebabkan terjadinya fluktuasi kadar gula dalam darah. Jika ini terjadi, tubuh akan berupaya menyeimbangkannya dengan memproduksi lebih banyak insulin.

"Ketika telat makan, orang normal ya insulinnya tetap normal. Tapi yang makannya nggak teratur, gulanya bisa tiba-tiba tinggi dalam darah, bisa tiba-tiba rendah. Akibatnya kadar insulin juga fluktuatif, yang menyebabkan pankreas bekerja lebih berat dan berisiko rusak dan tidak bisa lagi memproduksi insulin," tutur dr Fiastuti, dalam seminar wellness diabetes Prodia di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Agar Pradiabetes Tak Jadi Diabetes, Kuncinya di Pola Hidup

Pankreas yang tidak bisa memproduksi insulin akan menyebabkan gula darah terombang-ambing di dalam darah. Hal inilah yang disebut sebagai resistensi insulin dan akhirnya berujung pada diabetes.

Hal senada juga dikatakan oleh dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD. Dikatakan dr Roy, fungsi insulin adalah sebagai pintu bagi sel untuk bisa menyerap gula darah menjadi tenaga.

Ketika insulin tidak ada atau tidak berfungsi dengan baik, sel akan kelaparan dan mudah mati. Proses ini yang menyebabkan pengidap diabetes menjadi kurus, lemas, kurang bertenaga dan juga sulit sembuh dari luka.

"Belum lagi kalau gula darah tinggi itu bisa merusak pembuluh darah, karena pembuluh darah kayak dipukul-pukul. Dalam jangka panjang nantinya bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti jantung atau stroke," tuturnya.

Baca juga: Obati Diabetes, Peneliti Coba Kendalikan Sel Lewat Ponsel

(mrs/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads