M V Hospital for Diabetes di India melakukan studi untuk mencari tahu bahan makanan yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Peneliti lantas melihat ke bahan makanan tradisional jawawut. Selanjutnya peneliti menggelar penelitian yang melibatkan 105 pasien diabetes tipe-2.
"Kami ingin tahu efek yang didapat dari perubahan dalam diet dan mengecek level gula darahnya," ujar dr Vijay Viswanathan yang terlibat dalam penelitian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dua hari, peneliti mengukur indeks gula darah saat puasa dan satu setengah jam setelah makan. Pada pasien yang yang makan panekuk dari jawawut, level gula darahnya sekitar 59. Sementara yang makan panekuk dari beras, level gula darahnya sekitar 77.
Baca juga: 4 Makanan yang Tak Disangka-sangka Memiliki Indeks Glikemik Tinggi
Menurut dr Viswanathan, hasil studi tersebut menunjukkan konsumsi jawawut bisa ikut membantu mengelola diabetes. Selain itu konsumsi makanan tersebut juga bisa ikut mengontrol penyakit kardiovaskular. "Karena postprandial hyperglycemia (tingginya gula darah setelah makan) adalah faktor risiko utama," jelasnya, dikutip dari Times of India.
Penelitian yang telah dipublikasikan di Indian Journal of Medical Research menyebut jawawut memiliki indeks glikemik yang rendah namun kandungan seratnya tinggi. Inilah yang ditengarai bisa membantu mengelola kadar gula darah.
Dikutip dari The Hindu, selain kaya akan serat, jawawut juga mengandung protein dan rendah lemak. Tidak seperti nasi, jawawut melepaskan glukosa lebih stabil tanpa mempengaruhi metabolisme tubuh. Dalam sebuah artikel dipaparkan kasus diabetes jarang dilaporkan terjadi pada masyarakat yang rutin mengonsumsi jawawut.
Baca juga: Pola Makan Tak Teratur Bisa Tingkatkan Risiko Terkena Diabetes
Jawawut atau Setaria italica merupakan tanaman seperti rumput, termasuk serealia dengan biji kecil-kecil. Dikenal pula dengan nama juwawut dan sekoi. Di negara-negara Barat, jawawut disebut dengan istilah foxtail millet. (vit/up)











































