Menanggapi hal ini, Dr dr Samuel Oetoro, MS, SpGK(K) mengatakan hal tersebut dikarenakan sel genetik yang berbeda pada setiap orangnya. Misalnya orang A memiliki gen metabolisme lemak yang rendah maka orang tersebut disarankan untuk menjalani diet rendah lemak.
"Tapi kalau gen metabolisme lemaknya tinggi ya dalam dietnya nggak perlu dikurangi lemaknya," ucap dr Samuel dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengetahui aturan diet yang tepat tersebut, ayah dari tiga orang anak ini melanjutkan seseorang harus menjalani pemeriksaan DNA. Dengan begitu, dari segi genetik akan terlihat seperti apa diet yang paling tepat.
"Itu (diet) ilmu sekarang dikenal dengan nutrigenomik dan sudah mulai berkembang di Indonesia," kata dokter yang praktik di MRCCC Siloam Hospital ini.
Sementara itu, dr Samuel berpesan dalam menjalani diet, Anda sebaiknya tetap menyeimbangkan gizi seperti karbohidrat, protein dan lemak. "Pertama harus balance diet dan cukup karbohidrat, protein dan lemak," pungkas dr Samuel.
Baca juga: Dari Bobot 138 Kg Jadi 98 Kg, Begini Diet yang Dijalani Lukas
(fds/fds)











































