Rabu, 07 Mar 2018 08:24 WIB

Lagi Diet? Contek Cara Bams Tetap Fit Meski Makan Lima Kali Sehari

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Foto: instagram Foto: instagram
Jakarta - Bambang Reguna Bukit alias Bams pernah mengalami masa-masa sulit untuk mendapatkan berat badan yang ada. Saat SMA, berat badannya bahkan pernah menyentuh angka 110 kg.

Bams yang kini sering berkesempatan menjadi pembicara untuk membantu anak muda hidup sehat mengaku pernah menjajal beragam diet yang ada, namun yang ada berat badannya yang turun tidak bertahan lama. Semenjak itu, pencarian Bams mengenai diet yang sehat pun berujung pada sistem calorie counting.

"Gue makan, makan, cuma gue hitung. Gue per sekali makan itu paling tinggi 350 kalori, bisa lima kali makan kalau gue mau diet. Kalau gue enggak diet gue bisa tujuh kali makan. Yaudah, gampang kan?" kata Bams pada detikHealth beberapa waktu lalu saat ditemui di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Calorie counting sebenarnya sangat sederhana, kamu hanya perlu menghitung jumlah kalori yang diasup dan dikeluarkan. Agar diet ini berhasil, jumlah kalori yang diasup harus lebih rendah dibandingkan dengan kalori yang kamu keluarkan. Akan tetapi, mengingat kebutuhan kalori manusia berbeda-beda tergantung dari jenis kelamin dan umur, kamu juga harus lebih berhati-hati mengitungnya.

Sedikit catatan, dr Titi Sekarindah, SpGK, dari Rumah Sakit Pusat Pertamina Kebayoran Baru, pernah menjelaskan idealnya kalori yang diasup juga tidak boleh di bawah dari angka 1.000.

Baca juga: Pernah Overweight Saat Remaja, Bams Jadi Gila Olahraga

"Calorie counting itu enak. Kalau lo tahu sebenarnya, itu tricking lambung kita. Sebenernya lo bisa makan banyak tapi kalorinya kecil. Contoh buah semangka, itu yang gede itu cuma 150 kalori. Itu pasti lo kenyang kan? Di banding lo makan satu pisang, itu 250 kalori. Itu yang gue lakuin," kisahnya.

Bams juga menyebutkan anak muda jaman sekarang banyak yang terjebak dengan tren-tren yang ada, membuatnya tergerak untuk membantu mereka menemukan definisi hidup sehat yang sebenarnya. Menurutnya, diet bukan berarti tidak makan, tapi lebih kepada memilih makan yang bisa membantu kamu kenyang tapi juga punya kalori yang tidak terlalu besar. Sebab, jika kita terlalu membatasi makanan yang diasup, tubuh bisa memasukan starvation mode.

"Kalau sudah di dalam starvation mode, begitu lo makan dia bukan kasih ke badan tapi dijadiin lemak dulu. Jadi pola kita cuma tahu bikin lemak."

"Badan kita beradaptasi paling cepet tiga minggu. Yang diketahui badan kita 'wah bos gue jarang kasih makan jadi gue mesti bikin cadangan makanan' dijadiin lemak dulu sebelum dikasih nutrisi ke badan kita. Makanya terjadilah berat badan naik turunnya gampang," tutupnya.



Baca juga: Tren Diet CICO, Bagaimana Cara Mengukur Kalori yang Tepat Agar Sukses?

(ask/up)
News Feed