Hati-hati! Ada Risiko Tersembunyi dalam Buah dan Sayur Ini (1)

Hati-hati! Ada Risiko Tersembunyi dalam Buah dan Sayur Ini (1)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Selasa, 13 Mar 2018 19:20 WIB
Hati-hati! Ada Risiko Tersembunyi dalam Buah dan Sayur Ini (1)
Ada fakta tersembunyi di balik buah dan sayur berikut. Foto: iStock
Jakarta - Baik untuk kesehatan belum tentu tak memiliki risiko dalam keadaan tertentu, termasuk buah dan sayur. Buah dan sayur telah menjadi primadona makanan belakangan ini karena menjamurnya tren makanan sehat.

Ada beberapa buah dan sayur yang rupanya memiliki risiko kesehatan jika dikonsumsi oleh orang dengan keadaan tertentu. Dirangkum dari Daily Mail, berikut daftar buah dan sayuran yang punya risiko tersembunyi:

Alpukat

Foto: iStock
Buah kaya lemak baik ini rupanya tak baik untuk orang yang sensitif atau elergi terhadap lateks. Yap, lateks yang menjadi bahan dasar pembuatan karet ini ternyata ada di dalam buah alpukat dalam bentuk protein.

Ada studi pada 137 pasien yang memiliki alergi lateks karet, 21,1 persen di antaranya ditemukan juga alergi pada makanan tertentu, yaitu pisang (18,3 persen) dan alpukat (16,3 persen). Studi ini dipublikasikan dalam Journal of the American Dietetic Association.

Gejala dari alergi ini meliputi kesemutan di dalam mulut, hidung tersumbat, mata gatal, bersin, dan langka sekali dapat menyebabkan anaphylaxis yang mengancam jiwa. Jadi jika kamu alergi pada bahan lateks, sebaiknya hindari konsumsi buah alpukat.

Grapefruit

Foto: Instagram
Jika kamu sedang mengonsumsi statin (obat untuk penyakit kardiovaskular), mungkin kamu harus berkonsultasi pada doktermu jika ingin meminum jus grapefruit. "Statin dipecah oleh enzim di dalam liver, CYP3A, yang normalnya mengurangi jumlah obat yang masuk ke dalam aliran darahmu," kata Dr Prasad.

Namun, buah grapefruit mengandung bahan yang dapat mempengaruhi fungsi CYP3A dan bisa meningkatkan potensi obat karena obat tersebut tidak dapat dipecah. Hal ini tentu berbahaya karena malah bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Akar bit

Foto: ilustrasi/thinkstock
Akar bit mengandung oxalates, sebuah zat yang mencegah kalsium diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, bit tidak disarankan bagi orang dengan batu ginjal.

Dijelaskan oleh Bhaskar Somani, konsultan bedah urologis di University Hospital Southampton NHS Foundation Trust, bahwa kebanyakan tubuh manusia dapat memecah dan mengeliminasi zat oxalates lewat ginjal atau usus. Tapi bagi beberapa orang, oxalates dapat menumpuk dan menjadi batu ginjal.

Ceri

Foto: thinkstock
Sejak kecil, kita sering mendengar mitos bahwa menelan biji buah-buahan dapat membuatnya tumbuh di dalam tubuhmu. Tentu saja tidak, namun biji-bijian tersebut dapat mengandung racun yang akan terserap tubuh atau menyebabkan usus buntu.

"Buah ceri memiliki biji yang sangat berbahaya bila dikunyah lalu ditelan," kata Dr Sanjay Prasad, konsultan kardiologis di Royal Brompton Hospital, London. "Biji ini mengandung bahan kimia yang berdasar dari racun sianida."

Nama bahan tersebut adalah amygdalin, yang akan terlepas jika biji tersebut dikunyah. Amygdalin jika terserap tubuh akan menyebabkan demam, sakit kepala, tekanan darah turun, dan dalam beberapa kasus ekstrim bisa jadi fatal.

Dalam satu buah ceri terdapat 170mg sianida di dalam bijinya, sementara riset European Food Safety Authority (EFSA) menyebutkan bahwa hanya 1,5mg sianida (per kilogram berat tubuh) dalam buah ceri saja bisa fatal. Yang artinya, mengunyah satu atau dua biji ceri bisa berbahaya.

Sayuran tunas atau kecambah

Foto: iStock
Jenis sayuran ini harus kamu hindari jika sedang mengonsumsi obat antikoagulan seperti warfarin. "Ini karena sayuran berdaun hijau seperti sayuran tunas dan bayam sangat tinggi kandungan vitamin K," kata Prof Loke.

Vitamin K dibutuhkan dalam pembekuan darah, yang berlawanan dari efek warfarin yang digunakan untuk mengencerkan darah. "Sehingga vitamin K ini akan menghambat efek dari warfarin," lanjut Prof Loke.
Halaman 2 dari 6
Buah kaya lemak baik ini rupanya tak baik untuk orang yang sensitif atau elergi terhadap lateks. Yap, lateks yang menjadi bahan dasar pembuatan karet ini ternyata ada di dalam buah alpukat dalam bentuk protein.

Ada studi pada 137 pasien yang memiliki alergi lateks karet, 21,1 persen di antaranya ditemukan juga alergi pada makanan tertentu, yaitu pisang (18,3 persen) dan alpukat (16,3 persen). Studi ini dipublikasikan dalam Journal of the American Dietetic Association.

Gejala dari alergi ini meliputi kesemutan di dalam mulut, hidung tersumbat, mata gatal, bersin, dan langka sekali dapat menyebabkan anaphylaxis yang mengancam jiwa. Jadi jika kamu alergi pada bahan lateks, sebaiknya hindari konsumsi buah alpukat.

Jika kamu sedang mengonsumsi statin (obat untuk penyakit kardiovaskular), mungkin kamu harus berkonsultasi pada doktermu jika ingin meminum jus grapefruit. "Statin dipecah oleh enzim di dalam liver, CYP3A, yang normalnya mengurangi jumlah obat yang masuk ke dalam aliran darahmu," kata Dr Prasad.

Namun, buah grapefruit mengandung bahan yang dapat mempengaruhi fungsi CYP3A dan bisa meningkatkan potensi obat karena obat tersebut tidak dapat dipecah. Hal ini tentu berbahaya karena malah bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping.

Akar bit mengandung oxalates, sebuah zat yang mencegah kalsium diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, bit tidak disarankan bagi orang dengan batu ginjal.

Dijelaskan oleh Bhaskar Somani, konsultan bedah urologis di University Hospital Southampton NHS Foundation Trust, bahwa kebanyakan tubuh manusia dapat memecah dan mengeliminasi zat oxalates lewat ginjal atau usus. Tapi bagi beberapa orang, oxalates dapat menumpuk dan menjadi batu ginjal.

Sejak kecil, kita sering mendengar mitos bahwa menelan biji buah-buahan dapat membuatnya tumbuh di dalam tubuhmu. Tentu saja tidak, namun biji-bijian tersebut dapat mengandung racun yang akan terserap tubuh atau menyebabkan usus buntu.

"Buah ceri memiliki biji yang sangat berbahaya bila dikunyah lalu ditelan," kata Dr Sanjay Prasad, konsultan kardiologis di Royal Brompton Hospital, London. "Biji ini mengandung bahan kimia yang berdasar dari racun sianida."

Nama bahan tersebut adalah amygdalin, yang akan terlepas jika biji tersebut dikunyah. Amygdalin jika terserap tubuh akan menyebabkan demam, sakit kepala, tekanan darah turun, dan dalam beberapa kasus ekstrim bisa jadi fatal.

Dalam satu buah ceri terdapat 170mg sianida di dalam bijinya, sementara riset European Food Safety Authority (EFSA) menyebutkan bahwa hanya 1,5mg sianida (per kilogram berat tubuh) dalam buah ceri saja bisa fatal. Yang artinya, mengunyah satu atau dua biji ceri bisa berbahaya.

Jenis sayuran ini harus kamu hindari jika sedang mengonsumsi obat antikoagulan seperti warfarin. "Ini karena sayuran berdaun hijau seperti sayuran tunas dan bayam sangat tinggi kandungan vitamin K," kata Prof Loke.

Vitamin K dibutuhkan dalam pembekuan darah, yang berlawanan dari efek warfarin yang digunakan untuk mengencerkan darah. "Sehingga vitamin K ini akan menghambat efek dari warfarin," lanjut Prof Loke.

(up/up)

Berita Terkait