Ada beberapa buah dan sayur yang rupanya memiliki risiko kesehatan jika dikonsumsi oleh orang dengan keadaan tertentu. Dirangkum dari Daily Mail, berikut daftar buah dan sayuran yang punya risiko tersembunyi:
Alpukat
|
Foto: iStock
|
Ada studi pada 137 pasien yang memiliki alergi lateks karet, 21,1 persen di antaranya ditemukan juga alergi pada makanan tertentu, yaitu pisang (18,3 persen) dan alpukat (16,3 persen). Studi ini dipublikasikan dalam Journal of the American Dietetic Association.
Gejala dari alergi ini meliputi kesemutan di dalam mulut, hidung tersumbat, mata gatal, bersin, dan langka sekali dapat menyebabkan anaphylaxis yang mengancam jiwa. Jadi jika kamu alergi pada bahan lateks, sebaiknya hindari konsumsi buah alpukat.
Grapefruit
|
Foto: Instagram
|
Namun, buah grapefruit mengandung bahan yang dapat mempengaruhi fungsi CYP3A dan bisa meningkatkan potensi obat karena obat tersebut tidak dapat dipecah. Hal ini tentu berbahaya karena malah bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
Akar bit
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Dijelaskan oleh Bhaskar Somani, konsultan bedah urologis di University Hospital Southampton NHS Foundation Trust, bahwa kebanyakan tubuh manusia dapat memecah dan mengeliminasi zat oxalates lewat ginjal atau usus. Tapi bagi beberapa orang, oxalates dapat menumpuk dan menjadi batu ginjal.
Ceri
|
Foto: thinkstock
|
"Buah ceri memiliki biji yang sangat berbahaya bila dikunyah lalu ditelan," kata Dr Sanjay Prasad, konsultan kardiologis di Royal Brompton Hospital, London. "Biji ini mengandung bahan kimia yang berdasar dari racun sianida."
Nama bahan tersebut adalah amygdalin, yang akan terlepas jika biji tersebut dikunyah. Amygdalin jika terserap tubuh akan menyebabkan demam, sakit kepala, tekanan darah turun, dan dalam beberapa kasus ekstrim bisa jadi fatal.
Dalam satu buah ceri terdapat 170mg sianida di dalam bijinya, sementara riset European Food Safety Authority (EFSA) menyebutkan bahwa hanya 1,5mg sianida (per kilogram berat tubuh) dalam buah ceri saja bisa fatal. Yang artinya, mengunyah satu atau dua biji ceri bisa berbahaya.
Sayuran tunas atau kecambah
|
Foto: iStock
|
Vitamin K dibutuhkan dalam pembekuan darah, yang berlawanan dari efek warfarin yang digunakan untuk mengencerkan darah. "Sehingga vitamin K ini akan menghambat efek dari warfarin," lanjut Prof Loke.
Halaman 2 dari 6











































