Jumat, 06 Apr 2018 07:14 WIB

Tren 'Diet Ular' dengan Berpuasa Lama-lama, Amankah?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Diet ular mengadopsi siklus makan ular (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kita telah melihat berbagai macam jenis diet yang menjanjikan turunnya berat badan dewasa ini. Snake diet atau diet ular merupakan salah satunya.

Sesuai namanya, diet ular merupakan diet yang mengadopsi siklus makan ular yang lebih banyak berpuasa. Melalui diet ular, Cole Robinson, si pencipta diet ini menjanjikan banyak orang akan mencapai berat badan impiannya.

"Snake Diet ini dapat mengatur ulang sistem tubuh, sekaligus membantu menurunkan berat badan. Metode diet ini lebih efektif dibandingkan mengurangi porsi makanan, atau mengonsumsi makanan sehat seperti salad, sayur, dan buah setiap harinya," kata Robinson, seperti dikutip dari situs NDTV.



Konsep dasar diet ular adalah berpuasa, Orang-orang berpikir puasa memperlambat metabolisme mereka namun jika dilakukan secara ideal, misal berpuasa dalam waktu lama kemudian menyuplai tubuhmu dengan makanan-makanan bernutrisi dan rendah karbo serta tinggi lemak, justru dapat mendorong metabolismemu.

Dikutip dari Times of India, diet ini punya tiga tahap yaitu:

1. Tahap pertama: berpuasalah selama 48 jam lalu kamu hanya dapat mengonsumsi cuka apel dan 'snake juice', yaitu cairan pengganti mineral yang dapat membantu membersihkan racun dari livermu. Snake juice terbuat dari 1 liter air yang dicampur garam pink, no-salt (pengganti garam) dan lada cayenne.

2. Tahap kedua: berpuasalah secara rutin dan fleksibel, misal kamu bisa berpuasa selama 23 jam dan 40 menit (atau selama yang kamu mampu) lalu kamu makan selama 20 menit.

3. Tahap ketiga: dengarkan sinyal alami dari tubuhmu saat lapar dan turutilah.

Diet ular membantu orang melawan kecanduan terhadap makanan, dan juga mengatur ulang kebiasaan makan mereka. Robinson juga mengklaim diet ini dapat membantu menyembuhkan herpes, diabetes tipe 2, dan peradangan serta lebih bagus dari diet keto.

Diet ular ini menuai banyak kontroversi mengacu pada program dan tahap-tahap yang dilakukan pada dietnya. Lalu timbul pertanyaan: amankah diet ular ini?

"Aku takkan merekomendasikannya kepada siapapun meski hanya untuk percobaan singkat, karena tidak didasari bukti jelas ataupun bukti kllinis yang ditinjau ulang oleh kawan sejawat untuk mendukung program tersebut," bantah Julie Upton, ahli diet terdaftar di Amerika Serikat, seperti dikutip dari Women's Health.

Tak hanya itu, ahli diet lainnya juga menyetujuinya. Seperti Beth Warren dari Beth Warren Nutrition, ia mengatakan walau secara teknis orang sehat memang bisa hidup tanpa makan selama dua hari, tapi tak ada bukti bahwa diet ular dapat memberikan kita sesuatu selain rasa lapar.

"Tak hanya kamu akan tersiksa, tapi hasilnya tak akan bertahan lama. Saat kamu mulai makan lagi, berat badanmu nantinya juga akan kembali bertambah," imbuh Warren.

Upton mengakui, memang dengan berpuasa dan tak makan seseorang pasti akhirnya akan turun berat badan. Namun untuk berpuasa dalam jangka waktu diet ular, tak ada manusia yang benar-benar bisa makan cukup sekali supaya mereka tahan berpuasa lagi.



"Klaim pada tahap pertama diet yang mengatakan 'bantu membersihkan racun dalam liver' itu 100 persen omong kosong. Fungsi dasar dari liver yang sehat adalah untuk memroses produk-produk metabolieme," jelasnya lagi.

"Kecuali kamu punya cirrhosis atau penyakit liver berlemak, livermu dengan sendirinya mampu memroses racun baik-baik saja dan tak perlu ada perubahan dalam dietmu untuk mengubah fungsinya."

Disarankan oleh Upton, jika ingin berdiet untuk kurangi berat badan, kamu bisa menggunakan prinsip berpuasa yang berselang-seling. Tak perlu sedrastis seperti program diet ular ini.

"Cukup dengan menggeser lebih banyak kalorimu ke awal hari dan berpuasa dari awal malam hingga malam telah terbukti dalam uji klinis menjadi efektif," katanya. Berpuasa seperti yang dilakukan oleh para muslim dapat menjadi salah satu contoh.

Pendek kata, diet apapun yang menjanjikanmu turun berat badan secara instan sudah pasti bukan diet yang sehat. Makan-makanan sehat, perbanyak sayur hijau ditambah rutin berolahraga menjadi pilihan yang lebih baik kapanpun.

Gimana, apakah kamu masih tertarik melakukan diet ular? Atau pernah punya pengalaman diet yang lebih sehat dan lebih baik? Yuk bagikan pengalaman dietmu dengan klik di sini! (up/up)