Dr dr Em Yunir, SpPD-KEMD, dari Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) mengatakan kalap saat berbuka puasa bisa membuat asupan kalori yang masuh ke tubuh berlebihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Solusinya menurut dr Yunir, adalah menyajikan makanan dalam porsi secukupnya saat berbuka. Untuk buka puasa cukup dengan kurma dan teh manis hangat.
Setelah berbuka, bisa disajikan menu makanan dengan gizi seimbang. dr Yunir juga mengingatkan makan sesuai kebutuhan kalori saja, tidak perlu berlebihan dengan dalih puasa karena kalori yang berlebih akan tersimpan sebagai lemak.
"Harus bisa ngerem, jangan selalu nambah mentang-mentang banyak makanan. Makannya juga jangan mie atau gorengan. Perbanyak salah dan buah," tutupnya.










































