Jakarta -
Kegemukan bukan sekadar penampilan. Penelitian membuktikan kegemukan merupakan faktor risiko dari banyak penyakit tidak menular.
Secara statistik, seseorang disebut kegemukan jika indeks massa tubuhnya (IMT) sudah mencapai lebih dari 25. Rumus menghitung IMT pun mudah, yakni berat kamu dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan dalam meter kuadrat.
Contoh, seseorang yang memiliki berat badan 80 kilogram dengan tinggi 175 centimeter (1,75 meter) memiliki IMT 26,1 yang tergolong kegemukan. Bagaimana dengan kamu?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ribet menghitung IMT? Tanda-tanda kegemukan juga bisa terlihat dalam aktivitas harian lho. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 tanda kamu sudah kegemukan dan harus diet.
Sulit olahraga
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Sulit olahraga di sini bukan dalam hal niat, namun aktivitas itu sendiri. Orang yang kegemukan bisa sangat sulit olahraga mengingat badan yang berat dan kemampuan fisik yang menurun.
Di sini, peran diet sangat signifikan. Pria dengan tinggi badan 170 cm dan berat badan 100 kg misalnya, diharuskan untuk menurunkan 10 persen berat badannya terlebih dahulu sebelum memulai olahraga berat.
Ngorok kencang
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Sedikit ngorok saat tidur bukan masalah. Tapi jika suara ngorok kamu sudah membangunkan kamar sebelah atau bahkan tetangga, tandanya berat badan sudah jadi masalah.
Ngorok disebabkan oleh sleep apnea, gangguan tidur yang terjadi karena penyempitan saluran napas akibat kegemukan di area leher. Dampak jangka panjang sleep apnea bisa mematikan, dengan kematian akibat tercekik dan napas tersumbat sebagai komplikasi paling fatal.
Gampang memar
Foto: thinkstock
|
Inflamasi atau peradangan pada jaringan lemak di bawah kulit rentan terjadi pada orang yang kegemukan. Akibatnya, kulit gampang memar dan muncul bercak merah.
Memar juga bisa terjadi karena jaringan otot mengalami peradangan karena tertindih lemak. Jika ini terjadi, ditambah rasa nyeri yang datang berulang di bagian yang sama, diet penurunan berat badan bisa membantu.
Selalu lapar
Foto: thinkstock
|
Jangan terbalik, badan menggemuk justru bisa menambah nafsu makan. Jika kamu selalu lapar meskipun kebutuhan makan sudah cukup, tandanya sudah kelebihan berat badan.
Lapar orang yang kegemukan pun biasanya tidak. Penelitian menyebut kegemukan membuat seseorang lebih doyan makan makanan manis, asin, dan gurih yang tinggi kalori dan lemak.
Lelah sepanjang waktu
Foto: thinkstock
|
Lelah karena beraktivitas tentu wajar. Tapi jika kamu lelah sepanjang waktu meskipun aktivitas minimal, tandanya kamu kelebihan berat badan.
Inflamasi yang terjadi akibat penumpukan lemak di perut dan paha misalnya, membebani kerja otot sehingga kemampuan dan ketahannya menurun, membuat kamu lebih gampang lelah.
Sulit olahraga di sini bukan dalam hal niat, namun aktivitas itu sendiri. Orang yang kegemukan bisa sangat sulit olahraga mengingat badan yang berat dan kemampuan fisik yang menurun.
Di sini, peran diet sangat signifikan. Pria dengan tinggi badan 170 cm dan berat badan 100 kg misalnya, diharuskan untuk menurunkan 10 persen berat badannya terlebih dahulu sebelum memulai olahraga berat.
Sedikit ngorok saat tidur bukan masalah. Tapi jika suara ngorok kamu sudah membangunkan kamar sebelah atau bahkan tetangga, tandanya berat badan sudah jadi masalah.
Ngorok disebabkan oleh sleep apnea, gangguan tidur yang terjadi karena penyempitan saluran napas akibat kegemukan di area leher. Dampak jangka panjang sleep apnea bisa mematikan, dengan kematian akibat tercekik dan napas tersumbat sebagai komplikasi paling fatal.
Inflamasi atau peradangan pada jaringan lemak di bawah kulit rentan terjadi pada orang yang kegemukan. Akibatnya, kulit gampang memar dan muncul bercak merah.
Memar juga bisa terjadi karena jaringan otot mengalami peradangan karena tertindih lemak. Jika ini terjadi, ditambah rasa nyeri yang datang berulang di bagian yang sama, diet penurunan berat badan bisa membantu.
Jangan terbalik, badan menggemuk justru bisa menambah nafsu makan. Jika kamu selalu lapar meskipun kebutuhan makan sudah cukup, tandanya sudah kelebihan berat badan.
Lapar orang yang kegemukan pun biasanya tidak. Penelitian menyebut kegemukan membuat seseorang lebih doyan makan makanan manis, asin, dan gurih yang tinggi kalori dan lemak.
Lelah karena beraktivitas tentu wajar. Tapi jika kamu lelah sepanjang waktu meskipun aktivitas minimal, tandanya kamu kelebihan berat badan.
Inflamasi yang terjadi akibat penumpukan lemak di perut dan paha misalnya, membebani kerja otot sehingga kemampuan dan ketahannya menurun, membuat kamu lebih gampang lelah.
(mrs/up)