Jumat, 12 Okt 2018 10:25 WIB

Isi Perut Bisa Pengaruhi Mood, Ini Buktinya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Nutrisi dalam makanan akan bersirkulasi dalam tubuh, termasuk ke otak (Foto: Thinkstock) Nutrisi dalam makanan akan bersirkulasi dalam tubuh, termasuk ke otak (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Jika ingin menjaga mood seseorang, berikanlah makanan yang baik kepadanya. Anjuran ini bukan mitos semata, ada teori ilmiah yang bisa menjelaskannya.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, semua yang dimakan mempengaruhi mood dan fungsi otak. Nutrisi akan bersirkulasi, memperbarui jaringan, dan membentuk struktur otak.

"Tak hanya makanan, kesehatan pencernaan juga mempengaruhi keseimbangan mental. Bila otak diumpamakan sebagai mobil, hubungan makanan dan mental sangat masuk akal. Semua bahan bakar bisa menjalankan mobil, tapi hanya yang berkualitas mampu menjaga performa mesin," kata ahli internal medicine Eva Selhub.



Makanan dan sistem pencernaan mempengaruhi produksi serotonin, yang merupakan penghubung sel saraf (neurotransmitter). Sekitar 95 persen serotonin diproduksi dalam saluran pencecernaan. Sel saraf juga menghuni sebagian besar sistem pencernaan. Sistem pencernaan yang baik bisa memaksimalkan produksi neurtransmitter.

Riset menunjukkan, konsumsi probiotik yang mengandung bakteri baik menurunkan tingkat kecemasan. Hal serupa terjadi pada persepsi terhadap stres dan mental outlook, dibandung yang tidak makan probiotik. Diet kaya probiotik banyak terdapat di buah, sayur, makanan fermentasi, dan bukan pangan siap saji.

Eva menyarankan mencoba clean diet selama 2-3 minggu, dengan tidak makan pangan olahan dan gula. Asupan diganti dengan pangan fermentasi, buah, dan sayur. Pola makan yang bersih dan bernutrisi akan membantu menjaga kesehatan mental.






Tonton juga 'Tips Bangkitkan Mood Anak Ala Ussy Sulistiawati':

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)
News Feed