Menurut ahli nutrisi, Jansen Ongko, tren ini kurang disarankan. Harus tetap menambahkan makan biasa, karena asupan gizi sendiri harus setiap hari terpenuhi. Kalau hanya jus saja yang dominan karbohidrat dan vitamin itu kurang, sebab asupan yang paling penting untuk tubuh adalah protein dan cairan.
"Kalau proteinnya tidak terpenuhi, mau sehat akan lebih sulit, meski olahraga mati-matian nggak akan jadi kurus. Sehabis olahraga kebanyakan orang cuman makan buah untuk meregenerasi sel, padahal itu nggak cukup," katanya saat dijumpai di Tangerang, Rabu (12/12/2018).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jansen menambahkan, diet puasa jus memang terbilang 'mudah', namun akan sangat berbahaya bagi tubuh jika dilakukan secara rutin dan terus menerus yang tujuannya menurunkan berat badan.
"Jadi kalau misal menjalani 7 days juice fasting, bisa dibilang its not healthy. Sesekali nggak masalah tapi kalau tujuannya untuk menurunkan berat badan itu salah," pungkasnya.











































