Rabu, 19 Des 2018 11:30 WIB

Sering Kalap Saat Makan? Hati-hati, Bisa Jadi Mengidap Eating Disorder

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pola makan bisa dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan (Foto: shutterstock)
Jakarta - Studi yang dilakukan oleh Light House menemukan 7 dari 10 pasien mengalami eating disorder. Eating disorder adalah gangguan atau penyimpangan pola makan kurang baik yang dapat mengganggu kesehatan bahkan menyebabkan kematian.

Eating disorder masuk ke dalam daftar gangguan mental yang terdaftar dalam DSM V (The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders V). Salah satu gangguan makan yang patut diwaspadai adalah binge eating atau kalap makan.

"Orang yang kalap akan memakan makanan dalam jumlah besar dan tidak wajar dalam waktu yang singkat. Makannya banyak banget sampai perutnya jadi begah," tutur psikolog dari Lighthouse, Tara de Thouars, BA, MPsi, saat dijumpai di daerah Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018).



Kalap makan sering kali ditandai dengan makan sesuatu yang melebihi dari porsi orang normal pada umumnya. Meski mereka makan buah atau kacang-kacangan namun porsinya tetap berlebihan.

"Bahayanya adalah adanya kenaikan berat badan yang drastis dan biasanya orang yang kalap makan seringkali menyesal dan membuat mereka makin stres sehingga siklusnya akan berulang terus menerus," tambahnya.

Eating disorder juga bisa menyebabkan bulimia. Jadi mereka khawatir berat badannya naik sehingga minum obat pencahar, memuntahkan makanannya, atau puasa berlebihan.

"Jadi kesannya simple, tapi efek yang terjadi setelahnya bisa jadi sangat membahayakan," tutupnya.

(kna/up)