Ahli pangan dari Universitas Sahid Jakarta, Prof dr Hardinsyah, MS, menjelaskan bahwa makanan basah kucing mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan minral pada kadar air tertentu. Namun, biasanya berasal dari pangan terutama jenis pangan hewani kelas dua dan standarnya lebih rendah dari standar untuk makanan manusia.
Tak hanya itu, meski cenderung aman, ada juga orang-orang tertentu yang bisa terdampak risiko buruk dari konsumsi makanan basah kucing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kandungan gizinya (makanan kucing) beda dengan kebutuhan manusia, karena memang binatang biasanya butuh lebih banyak protein dan lemak, dan sangat rendah garam dan karbohidratLeona Victoria Djajadi, MND - Pakar Diet dan Nutrisi |
Ia pun menambahkan bahwa jadi tubuh terutama organ pencernaan kucing tidak sepeka atau sesensitif organ pencermaan manusia apalagi anak-anak.
"Lagi pula akan lebih mahal dibanding harga nasi goreng tradisional Indonesia yang nikmat," tandasnya.
Sebelumnya Leona Victoria Djajadi MND, Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney berpendapat bahwa secara teori makanan kalengan baik untuk manusia ataupun binatang prosesnya sudah dilakukan secara sempurna dan tahan lama karena menggunakan prinsip pengolahan yang sama. Oleh karena itu cenderung aman dari kemungkinan keracunan makanan.
"Perlu diingat makanan kaleng untuk binatang biasanya menggunakan potongan daging sisa, organ dalam dan tulang-tulang yang dihancurkan menjadi satu. Jadi kandungan gizinya beda dengan kebutuhan manusia, karena memang binatang biasanya butuh lebih banyak protein dan lemak, dan sangat rendah garam dan karbohidrat," ujar Victoria.











































