Dikutip dari CNN, dalam perhitungan indeks massa tubuh, dengan total 30,4 maka Trump secara klinis termasuk obesitas. Nilai indeks massa tubuh di atas 30 sudah terklasifikasi obesitas, yang dihitung dengan rumus berat badan (BB) dalam kilogram dibagi tinggi badan (TB) dalam meter kuadrat.
Tekanan darah Trump juga dilaporkan meningkat dari tahun lalu yang hanya 116/70 menjadi 118/80. Ia disebut menaikkan dosis hariannya dari obat rosuvastatin yang digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi, walau kadar kolesterolnya menurun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun apakah bisa Trump obesitas sekaligus berada dalam kondisi 'sangat sehat'? Menurut Men's Health, hal tersebut mungkin, karena berada dalam kondisi obesitas tak selalu berarti seseorang memiliki kesehatan yang buruk.
Beberapa peneliti merujuk pada 'Paradoks Gemuk Tapi Sehat' yang menyebutkan bahwa: jika kamu obesitas yang berada dalam kondisi sehat, risikomu meninggal akibat penyakit jantung tak berbeda 'secara signifikan' jika kamu memiliki berat badan normal dan bagian tubuh yang sehat.
Akan tetapi, karena obesitas dikatakan menjadi salah satu faktor pemicu penyakit terbesar, terutama pada jantung, beberapa ahli menyatakan walau dalam keadaan sehat, obesitas merupakan kondisi yang tidak baik dan harus segera diatasi dengan menurunkan berat badan.
Simak juga video 'Benar Nggak Sih Makan Durian Bisa Tingkatkan Kolestrol Tubuh?':
(frp/up)










































