Menurut Dr Thomas Chi, seorang urolog di University of California San Fransisco, pelaku diet sudah dipastikan akan gagal apabila dia tak rutin meminum air putih. Dikutip dari Business Insider, tidak banyak meminum air merupakan kesalahan besar para pelaku diet yang cenderung terlalu fokus pada makanan mereka.
"Mereka yang melakukan diet ketat, cenderung memiliki kadar garam yang tinggi dan kurang hidrasi. Kadar garam yang tinggi ini bisa saja bermasalah pada orang yang melakukan diet kaya protein. Kekurangan cairan, dikombinasikan dengan asupan daging yang banyak dapat menimbulkan komplikasi seperti batu ginjal," tutur Dr Chi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat kita dehidrasi, tubuh akan memberitahu kita lewat rasa haus dan Dr Chi menyarankan untuk segera merespon rasa tersebut. Dehidrasi bisa menyabotase diet dengan mengubahnya menjadi rasa lapar, lalu mengecohmu untuk makan lebih banyak atau ngemil.
Air membantu kita saat dimasukkan dalam regimen diet kita bisa membantu distribusi makronutrien yang sehat dan konsumsi kelompok makanan yang lebih berbeda. Sehingga bisa membantu kita untuk lebih cepat mencapai tujuan kita.
"Asupan air dianggap dapat membantu penurunan berat badan dengan meningkatkan metabolisme lemak dan menurunkan rasa lapar," kata Dr Chirag Shah, seorang dokter emergency dan asisten dosen di Rutgers University.
Simak Juga 'Cerita Sukses Tike Priyatna Turunkan Berat Badan 25 Kg':












































