Kamis, 28 Mar 2019 14:00 WIB

Jijik sama Suara Kunyahan? Faktanya Bisa Membantu Diet Lho

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi mengunyah. Foto: Getty Images Ilustrasi mengunyah. Foto: Getty Images
Jakarta - Soal diet untuk menurunkan bobot, yang paling utama adalah memperhatikan asupan kalori pada makanan. Namun menurut para peneliti dari Brigham Young University's Marriott School of Management, ada cara yang lebih mudah: mendengarkan kunyahan.

Dasar pemikiran studi yang dilakukan oleh para peneliti ini adalah kita kerap mengabaikan suara sebagai salah satu isyarat sensori penting, khususnya saat kita makan. Dalam satu percobaan, mereka membagi orang-orang yang ngemil pretzel, panganan asal Jerman berbentuk pita.

Salah satu grup mengenakan headphone dengan musik bersuara super keras, sementara grup lainnya mendengarkan musik bersuara lembut. Hasilnya, mereka menemukan orang-orang yang mendengarkan musik bersuara keras makan lebih banyak, karena suara kunyahan mereka tertutupi.


Kemudian mereka mencoba eksperimen lain, saat diinstruksikan membayangkan suara kunyahan saat makan, mereka jadi makan lebih sedikit. Menurut para peneliti, memperhatikan apa yang kamu kunyah dengan mendengarkannya membuat kita lebih mengenali sebanyak apa kita makan.

"Kamu makan lebih sedikit saat menambahkan fokus yang termasuk suara (kunyahan). Mungkin terdengar agak aneh awalnya, namun hal itu masuk akal. Mendengarkan suara dirimu sendiri mengunyah cukup membuat tidak selera atau agak menjengkelkan," tulis studi tersebut, dikutip dari Fitness Magazine.

Mungkin bisa dicoba untuk mengurangi kebisingan di sekitar kita saat makan. Dan siapa tahu, ternyata membuat diet kita lebih cepat berhasil.




(frp/up)