Rabu, 17 Apr 2019 13:40 WIB

Perut Mendadak Mulas Saat di TPS? Ini 5 Kemungkinan Penyebabnya

Ayunda Septiani - detikHealth
Perut mulas bisa menyerang kapan saja (Foto: iStock) Perut mulas bisa menyerang kapan saja (Foto: iStock)
Jakarta - Perut mendadak mulas saat ingin mencoblos di TPS, mungkin bisa terjadi karena beberapa hal. Seperti diare mempengaruhi hampir semua orang di beberapa titik. Nyeri perut atau kram dapat menyertai diare. Beberapa penyebab paling umum termasuk sensitivitas makanan, infeksi bakteri atau virus, dan pengobatan. Akibatnya kamu akan terburu-buru untuk mencoblosnya.

Dikutip dari Medical News Today, ada 5 penyebab kenapa perut bisa mendadak mules.



1. Iritasi usus
Gejala klasik dari sindrom iritasi usus adalah nyeri perut yang akan hilang setelah buang air besar atau ada kaitannya dengan diare dan sembelit. Kondisi ini paling rentan dialami wanita.

"Bisa dikatakan wanita memiliki hipersensitivitas usus yang lebih besar dari pria jadi saraf-sarafnya memberikan respons yang berlebihan terhadap rangsangan seperti makanan atau stres sehingga menyebabkan peningkatan aktivitas usus," ujar Dr. Douglas Drossman, profesor psikiatri dari University of North Carolina-Chapel Hill.

Probiotik juga dapat membantu mengatasinya. Jika tidak, dokter akan meresepkan obat antispasmodik untuk mengendalikan kejang-kejang di usus besar atau antidepresan untuk mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkannya.

2. Pirosis (heartburn)
Heartburn terjadi akibat asam perut kembali masuk ke dalam kerongkongan (atau refluks asam). Kontributor terbesar adalah makanan dan minuman seperti saus tomat dan kopi karena keduanya dapat mengendurkan sfingter esofagus sehingga asam di perut mengalir kembali ke kerongkongan.

Begitu pula dengan makanan berlemak karena sejumlah lemak akan ada yang tertinggal di perut. Merokok, stres serta penggunaan obat pereda nyeri seperti ibuprofen juga dapat menyebabkan heartburn.



3. Reaksi terhadap makanan
Sesuatu yang dimakan atau diminum seseorang berpotensi menyebabkan diare, sakit perut, dan masalah perut lainnya. Gejala biasanya terjadi dalam waktu singkat dan biasanya akan hilang beberapa jam setelah makan.

Obat mungkin termasuk perkenalkan makanan baru dan perubahan pola makan secara perlahan, makan lebih sedikit makanan kaya, dan membatasi atau menghindari makanan pemicu. Orang dengan penyakit celiac perlu mengeluarkan gluten dari diet mereka secara permanen.

4. Gangguan pencernaan dan makan berlebihan
Makan berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, diare, dan sakit perut karena sistem pencernaan kesulitan menangani makanan dalam jumlah besar. Baik bagi orang dewasa maupun anak-anak dapat mengalami efek samping dari makan berlebihan, tetapi anak-anak mungkin lebih cenderung mengalaminya. Karena anak-anak tidak selalu dapat membedakan antara merasa lapar dan merasa kenyang.

5. Stres
Stres dan kecemasan dapat merangsang pergerakan usus, yang dapat menyebabkan diare. Stres juga berperan dalam pengembangan IBS atau membuat gejala lebih buruk. Ada hubungan antara otak dan usus, yang dapat menjelaskan mengapa stres dapat menyebabkan masalah pencernaan. Misalnya, stres karena galau ingin pilih siapa di TPS dan pekerjaan dapat merangsang respons lambung.

(up/up)