Selasa, 23 Apr 2019 18:33 WIB

Boikot Nasi Padang Karena Bikin Gendut, Perlu Nggak Sih?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Cita rasa nasi padang yang menggoda (Foto: Lusiana Mustinda/detikFood) Cita rasa nasi padang yang menggoda (Foto: Lusiana Mustinda/detikFood)
Jakarta - Seruan boikot nasi padang menggema di dunia maya. Memang ada apa sih dengan nasi padang sampai diboikot segala? Memangnya yakin bisa tahan berlama-lama nggak makan nasi padang?

Terlepas dari isu politis di balik gerakan yang muncul belakangan ini, bisa jadi pula mereka yang menyerukan boikot nasi padang sebenarnya nggak pengin jadi gendut. Memang sih menu yang ditawarkan di restoran nasi padang bisa bikin kepikiran kalori dan kolesterolnya. Tapi kan kurus-gemuk belum tentu soal asupan kalori.

"Ngapain mikir kalori. Sebab gemuk kurusnya tubuh manusia tidak hanya ditentukan oleh kuantitas hitungan kalori, tapi kualitas jenis makanan, metabolisme, hormon, serta probiotik usus," kata pakar gizi komunitas, dr Tan Shot Yen, kepada detikHealth, Selasa (23/4/2019).

Juga, kalau nggak mau terbebani soal kalori, nutrisionis Leona Victioria Djajadi bagikan rekomendasi menu nasi padang biar tetap bisa jaga berat badan. Misalnya nasi diganti jadi daun singkong.



"Kalau mau pakai nasi, jadikan seperti lauk porsinya jadi sedikit. Gunakan hanya 1 sumber protein hewani, kalau bisa yang rendah lemak seperti ayam bakar," tambah Leona.

Eh tapi berapa sih jumlah kalori nasi padang? Seporsi nasi padang dengan menu standar seperti nasi, rendang, sayur santan dan daun singkong mengandung sekitar 685 kalori dengan rincian:

Nasi putih 200 gram = 360 kkal
Rendang daging 1 potong 100 gram = 193 kkal
Sayur nangka 50 gram (1 sendok) = 80 kkal
Daun singkong 50 gram = 25 kkal

Kalorinya memang lumayan banyak sih, tapi yakin mau ikut boikot nasi padang?

(kna/up)