Jumat, 10 Mei 2019 12:02 WIB

Suka Makan Junk Food? Hati-hati, Lemak Jahatnya Bisa Masuk ke Otak

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Junk food sejak lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan (Thinkstock) Junk food sejak lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan (Thinkstock)
Jakarta - Sebuah riset terbaru menyebut kebiasaan makan junk food bisa memicu depresi. Penyebabnya, lemak jenuh di dalamnya masuk ke aliran darah dan terbawa masuk ke otak.

Begitu mencapai otak, lemak jenuh tersebut akan berpengaruh pada bagian hipotalamus. Bagian ini merupakan pusat kendali emosi, yang bisa meningkatkan gejala depresi bila kerjanya terganggu.

Para ilmuwan dari University of Glasgow mengungkap hal ini dalam sebuah penelitian. Walau eksperimen dilakukan hanya pada tikus, temuan ini makin menjelaskan kaitan antara depresi dengan kegemukan.



Diketahui, obat-obat antidepresan kurang efektif pada pengidap obesitas dibandingkan pada pemilik berat badan ideal. Para ilmuwan meyakini, gemuk hanya faktor tambahan yang memicu depresi, dengan lemak sebagai faktor utamanya.

"Riset ini bisa mulai menjelaskan bahaimana dan mengapa obesitas dikaitkan dengan depresi dan bagaimana kita bisa memberikan penanganan yang lebih baik pada pasien dengan kondisi tersebut," kata Prof George Baillie yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dari Dailymail.



Lihat video Ingat Bedakan Junk Food dan Fast Food:

[Gambas:Video 20detik]


Suka Makan Junk Food? Hati-hati, Lemak Jahatnya Bisa Masuk ke Otak
(up/up)
News Feed