Rabu, 21 Agu 2019 18:35 WIB

Makanan Organik Sehat Sih, Tapi Kenapa Selalu Lebih Mahal?

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Sayur organik umumnya dijual lebih mahal. Kenapa ya? (Foto: Ari Saputra) Sayur organik umumnya dijual lebih mahal. Kenapa ya? (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Hidup sehat dengan mengonsumsi makanan organik belum banyak diterapkan oleh masyarakat Indonesia. Selain sayur dan buah, kini produk organik berkembang ke pangan hewani.

Namun, opsi makanan organik tergolong jarang ditemukan di sekitar kita. Berbeda dengan negara maju, seperti Denmark yang kerap menyediakan pangan organik di tiap supermarket.

Bak oase, kehadiran produk serba organik diibaratkan pula seperti bank syariah dan bank konvensional.

"Ibarat bank syariah di tengah-tengah konvensional. Kalau orang udah beretika, orang yang sudah berpikir tentang masa depan akhirat, maka dia memilih bank syariah. Kalau kita beretika hidup sehat menjaga lingkungan, kita memilih organik," tutur Prof Ali Khomsan, Guru Besar Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Institut Pertanian Bogor (IPB) pada Rabu (21/8/2019).



Masyarakat biasa menyematkan harga mahal sebagai label produk organik. Padahal, harga mahal itu bukan tanpa alasan. Perawatan intensif dan pakan ternak organik yang membutuhkan biaya lebih membuat harga produk organik lebih tinggi dibanding yang biasa.

Motivasi mengonsumsi produk organik biasanya untuk mendapat manfaat kesehatan atau nutrisinya. Tetapi ada yang lebih penting, yakni lingkungan yang jadi lebih sehat karena tak 'tercemar' pestisida dan bahan kimia lainnya.



Simak Video "Cerita Gracia Indri Turunkan Berat Badan hingga 23 Kg"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)