Jumat, 30 Agu 2019 06:30 WIB

Risiko Tersembunyi di Balik Tren Diet Vegan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Diet vegan juga punya kelemahan (Foto: iStock) Diet vegan juga punya kelemahan (Foto: iStock)
Jakarta - Salah satu cara untuk mendapatkan berat badan ideal selain berolahraga rutin yakni menerapkan pola makan sehat. Ketika ditanyai soal jenis diet, banyak yang mengaku menerapkan diet vegan untuk menjaga berat badannya tetap stabil.

Diet vegan dan diet vegetarian adalah jenis diet yang berbeda. Meski sama-sama menghindari daging, diet vegan punya aturan lebih ketat seperti tidak mengonsumsi apapun dari hewan. Lalu, adakah risikonya?

"Jadi memang kalau ngomongin vegan, mereka pun pasti bilang asupan proteinnya cukup. Tapi balik lagi, mau seberapa banyak kamu makan kedelai," tutur spesialis gizi klinis, dr Diana F Suganda, saat dijunpai detikHealth pada Kamis, (29/8/2019).

dr Diana menambahkan kalau tidak mengonsumsi protein hewani sama sekali, murni tidak makan apapun dari hewan, dia nggak akan punya vitamin B12. Vitamin B12 berfungsi untuk membantu metabolisme dalam tubuh dan tidak ada di nabati manapun.



"B12 hanya terdapat di hewani. Mau di daging, susu, telur, vitamin B12 kan untuk pembentukan sel darah merah," tambahnya.

Di luar negeri sendiri, banyak orang yang mengadopsi diet vegan karena di sana mereka rutin konsumsi vitamin B12. Terlalu banyak makan sayur pun ternyata bisa menghambat penyerapan energi dalam tubuh.

"Biasanya yang vegan akan malnutrisi dan anemia yang defisiensi besi dan megaloblastik jadi sudah lumayan parah," pungkasnya.



Simak Video "Menggemuk Saat Puasa? Mungkin Ini Penyebabnya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)