Sabtu, 21 Sep 2019 17:11 WIB

Tingkatkan Metabolisme, Bagaimana Reverse Diet Bisa Kurangi Berat Badan?

Michelle Natasya - detikHealth
Ilustrasi pola makan alias diet sehat. Foto: iStock Ilustrasi pola makan alias diet sehat. Foto: iStock
Jakarta - Reverse diet merupakan strategi diet dengan menaikkan asupan kalori secara terkontrol dan bertahap dengan tujuan untuk meningkatkan metabolisme sekaligus menurunkan berat badan. Lantas apa kaitan metabolisme yang meningkat dengan berat badan turun?

Ahli nutrisi Mochammad Rizal dari Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) menjelaskan metabolisme secara singkat adalah proses pembakaran energi (kalori) di dalam tubuh agar mampu menjalankan fungsi-fungsinya secara normal. Mulai dari jantung berdetak, organ pencernaan bekerja, paru-paru menghirup oksigen, hingga aktivitas sehari-hari yang membutuhkan energi.

"Semakin tinggi metabolisme berarti tubuh kita semakin boros bahan bakar. Ingat prinsip keseimbangan energi yaitu jika energi yang dikeluarkan oleh tubuh lebih besar daripada energi yang masuk dari makanan dalam jangka waktu tertentu, maka berat badan akan turun," jelasnya.

Menurut Rizal, reverse diet efektif untuk menurunkan berat badan. Ketika metabolisme naik, seseorang bisa mempertahankan berat badan dan komposisi tubuh saat ini dengan asupan kalori yang lebih banyak dan membantu proses penurunan berat badan lebih efektif di kemudian hari. Dengan reverse diet seseorang bisa makan lebih banyak tanpa takut berat badan naik.

Rizal menyampaikan bahwa terdapat cara lain untuk menjaga metabolisme tubuh selain melalui reverse diet. Seperti perbanyak aktivitas fisik/gerak, olahraga teratur, istirahat atau tidur yang cukup, dan break diet.



Simak Video "Ternyata Ini Jumlah Kalori dalam Segelas Cheese Tea!"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)