Jakarta -
Kolesterol merupakan senyawa yang dibuat oleh tubuh dan juga ditemukan dalam beberapa makanan dan dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil. Peningkatan kadar kolesterol dalam darah, terutama kolesterol 'jahat' LDL (low density lipoprotein), dikaitkan dengan peningkatan penyakit jantung, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).
Dikutip dari Live Strong, memotong konsumsi makanan yang tinggi kadar kolesterol bisa membuat risiko terkena penyakit menurun. Bisa dimulai sejak sarapan, pastikan kamu memakan 6 makanan penurun kolesterol berikut ini:
Kacang-kacangan
Foto: iStock
|
Kacang-kacangan menjadi makanan primadona dalam soal kandungan kadar kolesterol yang rendah. Kacang-kacangan seperti kacang tanah, walnut, almond merupakan sumber lemak tak jenuh yang bisa menyehatkan jantung. Selain itu mereka juga sumber vitamin, mineral, serat, antioksidan, dan asam lemak omega-3 yang tinggi, menurut Mayo Clinic. Sebuah studi pada MOvember 2018 menyebutkan bahwa mengonsumsi kacang satu atau lebih per minggu terkait dengan 13-19 persen penurunan risiko penyakit jantung dan 15-23 persen risiko penurunan penyakit jantung koroner.
Oatmeal
Foto: iStock
|
Oatmeal juga menjadi salah satu makanan primadona alias superfood akan kandungannya yang mempu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Oatmeal mengandung beta-glucan, serat larut yang diketahui akan manfaatnya bagi kesehatan metabolisme, menurut sebuah artikel tahun 2011 yang diterbitkan di Journal of Nutrition and Metabolism. Populasi yang memiliki insiden penyakit jantung koroner dan kolesterol cenderung mengonsumsi makanan yang rendah lemak (terutama lemak jenuh dan kolesterol) dan makanan yang kaya akan serat seperti buah, sayuran, dan produk biji-bijian seperti oat.
Alpukat
Foto: Thinkstock
|
Alpukat tinggi akan kandungan lemak tak jenuh, serat, dan fitonutrien seperti fitosterol dan polifenol, semua yang yang terkait dengan masalah kadar kolesterol dalam darah. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association pada peserta studi yang menjalani diet mengonsumsi satu buah alpukat sehari ditemukana danya penurunan kolesterol, terutama kolesterol jahat atau LDL.
Kedelai
Foto: Rachman Haryanto
|
Makanan-makanan yang berasal dari kedelai seperti tahu, susu kedelai maupun edamame dikenal dengan protein nabatinya yang tinggi, antioksidan, serat, dan senyawa mirip estrogen. Manfaat biji-bijian ini dapat menurunkan kolesterol jahat LDL sebanyak 4-5 persen dari 25 gram protein dari kedelai, atau jumlah dalam 20 gram tahu atau 2,5 gelas susu kedelai, menurut artikel yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients pada Desember 2016.
Buah dan Sayur
Foto: Erliana Riady/detikcom
|
Salah satu gebrakan Kementerian Kesehatan adalah menggalakkan perbanyak makan buah dan sayur dalam Kampanye Isi Piringku bukan tanpa alasan. Memperbanyak konsumsi buah dan sayur bisa menurunkan kolesterol jahat LDL dan menurunkan risiko penyakit jantung, menurut Harvard Health Publishing. Buah dan sayur kaya akan vitamin, mineral, serat, dan fitonutrien yang memberikan manfaat anti inflamasi dan antioksidan.
Dark Chocolate
Foto: iStock
|
Seperempat cangkir kakao atau 100 gram dark chocolate bisa menurunkan kadar LDL sekitar 6 persen, menurut meta analisis tahun 2016 dari 10 percobaan klinis yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition. Akan tetapi di sisi lain, porsi cokelat ini sebaiknya tidak dikonsumsi harian karena jumlah kalorinya yang cukup tinggi.
Kacang-kacangan menjadi makanan primadona dalam soal kandungan kadar kolesterol yang rendah. Kacang-kacangan seperti kacang tanah, walnut, almond merupakan sumber lemak tak jenuh yang bisa menyehatkan jantung. Selain itu mereka juga sumber vitamin, mineral, serat, antioksidan, dan asam lemak omega-3 yang tinggi, menurut Mayo Clinic. Sebuah studi pada MOvember 2018 menyebutkan bahwa mengonsumsi kacang satu atau lebih per minggu terkait dengan 13-19 persen penurunan risiko penyakit jantung dan 15-23 persen risiko penurunan penyakit jantung koroner.
Oatmeal juga menjadi salah satu makanan primadona alias superfood akan kandungannya yang mempu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Oatmeal mengandung beta-glucan, serat larut yang diketahui akan manfaatnya bagi kesehatan metabolisme, menurut sebuah artikel tahun 2011 yang diterbitkan di Journal of Nutrition and Metabolism. Populasi yang memiliki insiden penyakit jantung koroner dan kolesterol cenderung mengonsumsi makanan yang rendah lemak (terutama lemak jenuh dan kolesterol) dan makanan yang kaya akan serat seperti buah, sayuran, dan produk biji-bijian seperti oat.
Alpukat tinggi akan kandungan lemak tak jenuh, serat, dan fitonutrien seperti fitosterol dan polifenol, semua yang yang terkait dengan masalah kadar kolesterol dalam darah. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association pada peserta studi yang menjalani diet mengonsumsi satu buah alpukat sehari ditemukana danya penurunan kolesterol, terutama kolesterol jahat atau LDL.
Makanan-makanan yang berasal dari kedelai seperti tahu, susu kedelai maupun edamame dikenal dengan protein nabatinya yang tinggi, antioksidan, serat, dan senyawa mirip estrogen. Manfaat biji-bijian ini dapat menurunkan kolesterol jahat LDL sebanyak 4-5 persen dari 25 gram protein dari kedelai, atau jumlah dalam 20 gram tahu atau 2,5 gelas susu kedelai, menurut artikel yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients pada Desember 2016.
Salah satu gebrakan Kementerian Kesehatan adalah menggalakkan perbanyak makan buah dan sayur dalam Kampanye Isi Piringku bukan tanpa alasan. Memperbanyak konsumsi buah dan sayur bisa menurunkan kolesterol jahat LDL dan menurunkan risiko penyakit jantung, menurut Harvard Health Publishing. Buah dan sayur kaya akan vitamin, mineral, serat, dan fitonutrien yang memberikan manfaat anti inflamasi dan antioksidan.
Seperempat cangkir kakao atau 100 gram dark chocolate bisa menurunkan kadar LDL sekitar 6 persen, menurut meta analisis tahun 2016 dari 10 percobaan klinis yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition. Akan tetapi di sisi lain, porsi cokelat ini sebaiknya tidak dikonsumsi harian karena jumlah kalorinya yang cukup tinggi.
(frp/up)