Rabu, 06 Nov 2019 07:00 WIB

Soroti Tren Boba dan Kopi Kekinian, Dinkes DKI Bagikan Tips Anti Gemuk

Michelle Natasya - detikHealth
Tren minuman manis menyimpan risiko (Foto: thinkstock) Tren minuman manis menyimpan risiko (Foto: thinkstock)
Jakarta - Minuman manis seperti boba dan kopi-kopi kekinian selalu menggiurkan dan memang sedang ngehits sekali. Hampir di setiap sudut kota, gerai minuman kekinian ini bisa dengan mudah ditemui. Namun di balik kenikmatannya, segelas minuman kekinian ini bisa berisiko bagi kesehatan, loh.

Tidak hanya tinggi gula, minuman kekinian ini juga tinggi kalori. Jika dikonsumsi berlebihan, dapat berisiko pada diabetes dan obesitas.

"Boba ini kan juga karbohidrat dia terbuat dari tepung. Nah, pada saat kelebihan juga bisa ditimbun sebagai lemak. Minuman seperti ini satu gelas saja kalorinya bisa sampai 200," kata dr Dwi Oktavia Handayani, M.Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan DKI Jakarta, saat ditemui detikcom, Selasa (5/11/2019).



Tapi tenang! Menurut dr Dwi, pecinta minuman manis tak perlu khawatir. Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko diabetes dan obesitas meski gemar konsumsi minuman kekinian:

1. Prinsipnya tidak boleh terlalu sering.

2. Kurangi kadar gula menjadi less sugar. Atur kadar asupan gula. Sehari tidak boleh lebih dari 4 sendok makan.

3. Seimbangkan dengan olahraga dan aktivitas gerak lainnya. Minimal dilakukan 3 sampai 5 kali seminggu dengan total waktu 150 menit.

4. Konsumsi cukup makanan sehat lainnya seperti serat. Kurangi konsumsi gula, garam, dan makanan berlemak.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)