Kamis, 07 Nov 2019 08:00 WIB

5 Mitos Soal Menguruskan Badan yang Ternyata Membahayakan Kesehatan

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ada banyak mitos menyesatkan soal diet (Foto: Thinkstock) Ada banyak mitos menyesatkan soal diet (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Diet menjadi salah satu tren dalam perubahan gaya hidup sehat masa kini. Meski memang bisa menyehatkan, namun terkadang karena menginginkan hasil yang instan banyak mitos soal diet yang dipercaya oleh banyak orang.

Informasi yang tidak akurat dan bukan berasal dari ahli diet, nutrisionis, pelatih, dan penggiat kesehatan banyak tersebar di mana-mana, terutama media sosial. Jika kamu sedang berusaha menurunkan berat badan, hindari 5 mitos berikut ini seperti dikutip dari Times of India:



1. Melewatkan makan

Biasanya orang yang ingin berdiet akan melewatkan salah satu waktu makan sebagai usahanya memotong asupan kalori dan menurunkan badan. Namun hal ini salah, karena menurunkan berat badan seharusnya dilakukan dengan memotong asupan kalori saja tanpa perlu melewatkan satu waktu makan. Makanan memberikan tubuhmu nutrisi yang penting yang meningkatkan metabolismemu, dan jika kamu tidak makan maka artinya tubuhmu tak mendapatkan nutrisi, nutrisi yang hilang berarti metabolisme yang melambat. Metabolisme melambat berarti membuatmu tidak efisien untuk membakar kalori, sehingga semakin besar kesempatan kalori tersimpan sebagai lemak.

2. Makan rendah lemak

Tren mitos diet berikutnya adalah mengonsumsi makanan yang berlabel rendah atau tanpa lemak. Biasanya makanan atau minuman ini diiklankan dengan mengklaim bisa membantu orang tidak mengonsumsi lemak sama sekali. Sehingga sangat populer di antara mereka yang sedang berusaha menurunkan berat badan. Yang menjadi masalah adalah makanan tersebut masih mengandung bahan yang tak sehat seperti gula, tepung, garam, dan pengental yang menambah kalori dan justru bisa menambah berat badan.
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ternyata Ini Jumlah Kalori dalam Segelas Cheese Tea!"
[Gambas:Video 20detik]