Rabu, 11 Des 2019 07:30 WIB

Hati-hati, Terlalu Banyak Makan Bayam Juga Ada Risikonya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Sayur bayam (Foto: iStock)
Jakarta - Sejak kecil kita selalu diingatkan untuk rajin mengonsumsi sayur-sayuran, salah satunya bayam. Apalagi ramainya kartun Popeye semasa kecil, makan bayam serasa kewajiban apabila ingin terlihat lebih keren dan sehat serta kuat.

Tapi ternyata terlalu banyak makan bayam juga bisa membahayakan kesehatan, lho. Berikut dikutip dari Times of India, alasan-alasan mengapa jangan terlalu banyak mengonsumsi bayam:



1. Meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal

Spinach atau bayam kaya akan oxalates, senyawa yang membentuk batu saat dikonsumsi secara berlebiihan. Hal ini membuatmu berisiko membentuk batu ginjal karena batu ginjal terbentuk saat ada kadar oxalate yang tinggi di urine.

2. Mengurangi efek pencair darah

Pencair darah merupakan obat-obatan yang mencegah gumpalan darah terbentuk atau semakin besar. Bayam kaya akan vitamin K, vitamin yang berperan unuk pembentukan gumpalan darah, sehingga mengurangi efektifitas pencair darah dan membuat gumpalan darah semakin banyak.

3. Mengganggu penyerapan mineral

Ada kandungan oxalate yang cukup banyak dalam bayam, dan selain berisiko akan batu ginjal, oxalate juga mengganggu penyerapan mineral. Hal ini disebabkan oxalate adalah antinurtrien, senyawa yang mengganggu penyerapa mineral dan juga dikenal mengganggu penyerapan kalsium dan zat besi.

4. Memicu asam urat

Gout merupakan salah satu bentuk dari inflamasi arthritis yang terbentuk pada orang dengan kadar asam urat yang tinggi. Bayam mengandung purine, senyawa kimia yang meningkatakan kadar asam urat yang kemudian juga meningkatkan risiko dan gejala gout.

5. Menurunkan tekanan darah

Walau bagus, namun terkadang bayam bisa mendorong tekanan darah hingga paling rendah sehingga menyebabkan pusing, mual, atau nyeri dada.



Simak Video "Dokter: Gejala Penyakit Pasca-Lebaran Biasanya Tidak Spesifik"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)