Jumat, 27 Des 2019 10:17 WIB

Diet Intermiten Diklaim Bisa Bikin Panjang Umur

Widiya Wiyanti - detikHealth
Diet intermiten bisa bikin panjang umur. (Foto ilustrasi: iStock) Diet intermiten bisa bikin panjang umur. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta - Berbagai macam diet bisa diterapkan untuk menopang usaha penurunan berat badan. Di tahun ini, diet intermiten menjadi diet terpopuler yang banyak dicari di Google.

Ternyata sebuah penelitian menunjukkan manfaat lebih dari sekedar menurunkan berat badan dari diet intermiten. Penelitian yang dilakukan ahli saraf dari Johns Hopkins Medicine, Prof Mark Mattson, PhD ini menemukan bahwa diet intermiten bisa membantu seseorang melawan penyakit dan berumur panjang.

"(Diet intermiten menyebabkan) peningkatan resistensi stres, peningkatan umur panjang, dan penurunan insiden penyakit," tulis Prof Mattson dalam penelitian dikutip dari NY Post.



Prof Mattson menambahkan, diet intermiten dapat meningkatkan pengaturan gula darah dan memberi efek penekanan yang lebih baik terhadap peradangan dan stres. Diet ini juga bermanfaat untuk kesehatan otak.

Diet intermiten biasanya dilakukan dengan formula 5-2 atau dua hari berpuasa dalam seminggu, 5 hari seperti biasa. Meski ada banyak debat tentang seberapa aman melakukan puasa, banyak dokter menyebut puasa intermiten bukan hanya sebuah diet.

Dengan ini, Prof Mattson berharap diet intermiten dapat menjadi diet yang diwacanakan di tahun 2020 nanti karena memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan.



Simak Video "Tahu Nggak Sih, Makna Diet Sesungguhnya Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/kna)