Selasa, 07 Jan 2020 18:10 WIB

Susu Kecoa Diprediksi Ngetren di 2020, Bagaimana Memerahnya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Susu kecoa diprediksi jadi superfood. (Foto: iStock) Susu kecoa diprediksi jadi superfood. (Foto: iStock)
Jakarta - Susu kecoa diprediksi bakal jadi tren 'superfood' di tahun 2020. Banyak yang beranggapan susu kecoa kaya akan nutrisi dan manfaatnya bagi kesehatan. Benarkah demikian?

Sebelumnya perlu diketahui bahwa susu kecoa diproduksi hanya oleh jenis kecoa tertentu yang disebut Diploptera punctata. Mengutip Healthline, spesies kecoa ini dianggap unik karena mereka tidak bertelur melainkan melahirkan. Indukannya akan membuat 'susu' dalam bentuk kristal protein untuk dijadikan makanan bagi anak mereka yang sedang tumbuh.

"Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan menemukan kristal protein seperti susu ini dianggap sebagai makanan lengkap karena merupakan sumber protein, karbohidrat, dan lemak yang baik," demikian mengutip situs tersebut.


Selain itu susu kecoa dianggap sebagai sumber protein terlengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial. Hal ini menjadi penting karena sebagian besar makanan non-daging kekurangan satu atau lebih dari sembilan asam amino esensial, itulah sebab susu kecoa menjadi populer di kalangan mereka yang sedang diet.

Meski terdengar menjanjikan, tentu ada beberapa hal yang patut dipertanyakan. Kandungan kalori susu kecoa tinggi. Secangkir susu kecoa atau sekitar 250 ml mengandung sekitar 700 kalori yang setara dengan tiga gelas susu biasa.

Perlu dicatat bahwa untuk memproduksi 3,5 ons susu jenis ini dibutuhkan ribuan kecoa betina. Rupanya, cara 'memerah' susu kecoa adalah dengan membunuh lebih dari 1.000 kecoa betina dan embrio mereka.

Jika ribuan kecoa perlu dibunuh hanya untuk menghasilkan 100 gram susu, maka jumlah yang diperlukan untuk produksi massal akan lebih dari sepuluh kali lipat.

Selain itu, saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa susu kecoa aman dikonsumsi manusia. Jadi populasi rentan seperti ibu hamil, anak-anak, serta lansia harus menghindari mengonsumsinya.



Simak Video "Kunci Sukses Arya Permana Turunkan Berat Badan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)