Jumat, 17 Jan 2020 08:26 WIB

Sarapan Bubur Ayam, Lebih Penting Pastikan Ini Dibanding Diaduk Vs Tidak

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sarapan bubur ayam (Foto: dok. detikFood)
Jakarta - Kebiasaan orang Indonesia saat menyantap bubur ayam terbagi jadi dua kubu. Tim bubur diaduk dengan yang tidak diaduk. Tak jarang, hal ini jadi persoalan sebagian orang karena berpikir caranya lah yang paling benar.

Memang apa bedanya bubur yang diaduk dengan tidak diaduk, ya? Apa bubur yang diaduk lebih sehat dari yang tidak diaduk? Begini tanggapan ahli gizi.

Ahli gizi Neng Milani Suhaeni, STr Gz, dari Rumah Sakit Firdaus menjelaskan bubur yang diaduk, dengan tidak diaduk, sama sekali tak memiliki perbedaan.

"Bubur diaduk dengan yang tidak diaduk itu selera saja, nggak akan merubah nilai gizi," jelasnya saat dihubungi detikcom, Kamis (16/1/2020).



Dibanding memperdebatkan diaduk vs tidak, lebih penting memastikan kandungan nutrisi bubur ayam. Menurut Neng, bubur ayam memiliki kandungan gizi seperti karbohidrat, dan protein, tetapi minim serat. Lalu, berapa banyak sih kalori yang dikonsumsi pada satu porsi bubur ayam? Apakah sudah cukup memenuhi gizi?

"Kalau buburnya doang yang dimakan polos 400 gr setara sama 175 kkal, protein nya 4 gram. Namun, di sini yang harus diperhatikan sumber protein yang kurang, karena kebutuhan protein orang dewasa itu 1 gram per 1 kg berat badan. Jadi kalau beratnya 45 kg, yang dibutuhin 45 gram," tambahnya.



Simak Video "3 Ide Sarapan Sehat yang Simple ala Petite Diva"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)