Jumat, 31 Jan 2020 06:27 WIB

Rutin Makan Tempe Diklaim Bisa Bikin Umur Panjang

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Tempe Bacem, the traditional Javanese dish of tempeh (soy bean cake) braised in soy sauce. A popular accompaniment for many other Javanese dish, such as with Jadah, the glutinous rice and coconut cake. The dish are placed on a woven bamboo tray lined with banana leaf. Jadah tempe are eaten with fresh green chili pepper. Tempe termasuk salah satu menu makan yang sangat populer (Foto: iStock)
Jakarta -

Sebuah studi baru menyebut mengonsumsi produk-produk fermentasi kedelai bisa mengurangi risiko kematian dini. Produk fermentasi kedelai seperti tempe, miso, atau natto dibuat menggunakan jamur atau bakteri dalam proses fermentasi.

Studi tersebut yang dipublikasikan dalam BMJ, mengikui diet dan kesehatan 92.915 pria dan wanita Jepang berusia rentang 45 hingga 74 selama kurang lebih 15 tahun. Selama itu, 13.303 peserta di antaranya meninggal dunia.

Setelah mengontrol komponen diet, hipertensi, diabetes, merokok, asupan alkohol, dan faktor-faktor lainnya, para peneliti menemukan bahwa dibanding mereka yang asupan kedelai fermentasinya lebih rendah, mereka yang mengonsumsi lebih banyak memiliki risiko kematian dini lebiih rendah 10 persen.

"Studi ini cukup prospektif dengan sampel yang luas dan follow-up yang lama, namun para penulis memperingatkan bahwa ini adalah studi observasional yang tidak membuktikan sebab dan akibat dan ada banyak variable lain yang tidak bisa dipertanggung jawabkan," demikian dilaporkan New York Times.

Namun tetap, rekan penulis, Dr Norie Sawada dari National Cancer Center Jepang, merekomendasikan kedelai fermentasi. Terutama karena dampaknya bagi penyakit kardiovaskular, yang menjadi penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia.



Simak Video "3 Ide Sarapan Sehat yang Simple ala Petite Diva"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)