Rabu, 29 Apr 2020 17:59 WIB

Tak Dianjurkan Langsung Makan Berat Saat Berbuka, Ini Alasannya

Anjar Mahardhika - detikHealth
young girls break fasting Ilustrasi buka puasa (Foto: Getty Images/rudi_suardi)
Jakarta -

Banyak orang yang menjadikan buka puasa sebagai ajang balas dendam atau makan dan minum dengan porsi banyak. Namun kebiasan ini ternyata dapat berdampak buruk bagi tubuh.

dr Tan Shot Yen, seorang ahli gizi komunitas mengatakan buka puasa yang baik seharusnya diawali dengan minum air putih. Hal ini penting untuk mengembalikan cairan dalam tubuh saat seseorang berpuasa.

"Paling penting membatalkan puasa adalah rehidrasi. Rehidrasi yang utama adalah air putih, bukan kolak, bukan es teh manis, dan bukan cendol," ujar dr Tan, Rabu (29/4/2020).

Menurutnya, kebiasan terlalu banyak menyantap makanan saat buka puasa dapat berakibat buruk bagi tubuh. Dampaknya dapat menyebabkan sakit perut hingga muntah.

"Sebab kita puasa 13 jam kurang lebih, lalu tiba-tiba dihajar makanan berat, itu sebabnya kalian mengalami yang disebut dengan sakit perut," kata dr Tan.

Penting bagi seseorang mengatur jadwal makan dan minum secara teratutr selama berpuasa. Kemudian dr Tan menyarankan saat buka konsumsi makanan seadanya agar dapat makan makanan yang bergizi pada jeda waktu setelah buka.

"Kalau seandainya kita membatalkan puasa dengan cara yang sopan cuma sekedar membatalkan puasa minum air dan hanya dengan kurma. Maka abis salat Magrib perut kita udah ready tuh, bisa makan yang lebih benar dengan isi piring komplit," lanjutnya.

"Kalau Anda makan kebanyakan juga akhirnya air yang mestinya diminum delapan gelas gak punya tempat. Padahal rehidrasi itu sama pentingnya dengan makan," pungkasnya.



Simak Video "Indikator Kebutuhan Cairan Tubuh Terpenuhi saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)