Senin, 26 Okt 2020 06:20 WIB

Ilmuwan Ungkap 'Jalur Rahasia' Virus Corona Saat Memasuki Sel Tubuh

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Virus Corona COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Peneliti di Australia menemukan jalur lain yang digunakan virus Corona agar bisa masuk ke dalam sel manusia. Hal ini membuat tingkat infeksi virus ini lebih tinggi dibandingkan virus lainnya.

Berdasarkan penelitian para ahli, virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini menggunakan reseptor ACE2 yang ada pada sel manusia sebagai pintu masuk, dengan cara mengikat spike protein ke reseptor.

Namun dalam dua penelitian dari University of Queensland (UQ), Australia dan peneliti Eropa lainnya menemukan bahwa virus ini bisa menggunakan reseptor lain yang disebut neuropilin untuk masuk ke sel manusia.

"Kami sekarang tahu bahwa selain reseptor ACE2, spike protein dari virus Corona juga mengikat ke reseptor kedua pada sel inang yang disebut neuropilin," kata peneliti Prof Brett Collins dari Institut Biosains Molekuler UQ yang dikutip dari Xinhua, Jumat (23/10/2020).

"Kami menggunakan kristalografi sinar-X untuk melihat struktur protein pada tingkat atom dan memvisualisasikan situs pengikatan pada tingkat detail yang spektakuler," lanjutnya.

Menurut peneliti, antibodi yang memblokir reseptor neuropilin NRP1 juga bisa memblokir infeksi hingga 40 persen. Hal ini menunjukkan bahwa jalur ini adalah kunci untuk infektivitas virus.

Salah satu ilmuwan dari UQ's Queensland, Prof Frederic Meunier mengatakan NRP1 ini ditemukan pada berbagai sel manusia. Ini bisa menjelaskan mengapa virus bisa mempengaruhi sel-sel otak manusia dan bisa berdampak dalam jangka yang sangat panjang.

"Penemuan NRP1 yang bisa mengikat spike protein virus Corona ini bisa membuka pintu untuk penelitian yang lebih mendalam terkait neurotropisme virus, kemampuannya untuk menginfeksi jaringan saraf, serta jalan terapeutik baru," jelas Prof Meunier.



Simak Video "Dear Warga Indonesia, Yuk Lakukan 3W Agar Terhindar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)