Jumat, 04 Des 2020 07:45 WIB

Mengenal Flexitarian, Diet Semi-Vegetarian yang Tetap Bisa Makan Daging

Kanya Anindita - detikHealth
flexitarian Menu diet flexitarian (Foto: iStock)
Jakarta -

Diet flexitarian merupakan pengaturan pola makan yang lebih mengutamakan konsumsi pangan dari nabati, terutama sayuran dan buah-buahan. Selain itu, pelaku flexitarian boleh mengonsumsi berbagai olahan seperti, olahan kacang-kacangan (tahu dan tempe), olahan susu (yoghurt dan keju), serta gandum dan biji-bijian utuh.

Mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah dapat meningkatkan volume lambung dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini menyebabkan rasa lapar menurun dan berdampak pada penurunan berat badan.

Flexitarian diet tidak harus berhenti mengonsumsi daging, hanya saja porsi makannya harus dikurangi. Hal ini dilakukan agar menurunkan jumlah kalori lebih cepat, misalnya dari makan daging rutin selama seminggu dikurangi jadi 2 kali dalam seminggu.

"Sebenarnya kalau flexitarian diet itu bukan berarti ngga boleh makan daging sama sekali. Boleh, asalkan porsinya dibatasi," ucap Astri Puji Lestari, Content Creator sekaligus pegiat Flexitarian Diet dalam Webinar "Flexitarian: Sustaining the Healthy Habits with Real Food", Kamis (3/12/2020).

Baca Juga

Ahli gizi dr Rita Ramayulis DCN MKes, sebanyak 93,6 persen masyarakat Indonesia belum mengonsumsi sayur dan buah setiap harinya dalam porsi yang cukup untuk tubuh. Di sini, metode flexitarian bisa menjadi pilihan yang tergolong cukup mudah untuk diadopsi oleh orang-orang yang baru memulai menerapkan gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

"Dengan konsisten mengonsumsi buah dan sayur sebagai porsi utama setiap harinya, masyarakat dapat merasakan berbagai manfaat baik dari metode ini," ujar dr Rita.

Selain itu, flexitarian diet juga memiliki manfaat selain menurunkan berat badan. Klik halaman berikut untuk melanjutkan.

Selain itu, flexitarian diet juga memiliki manfaat selain menurunkan berat badan. Berikut di antaranya.

1. Menurunkan kolesterol

Mengonsumsi susu dan yoghurt dalam flexitarian diet membantu menurunkan risiko hiperkolesterolnemia. Selain itu, serat dalam metode diet ini mampu memutus siklus kembalinya kolesterol dari usus halus ke hati.

2. Kesehatan pencernaan

Metode diet ini mengandung serat tinggi untuk memproduksi gut microbiota yang berfungsi untuk menangkal serangan penyakit dari luar tubuh. Gut microbiota juga meningkatkan kemampuan hati untuk metabolisme zat gizi di dalam pencernaan.

3. Kadar glukosa darah terkontrol

Asupan flexitarian diet terutama gandum, mengandung serat dan mikronutrien untuk mendukung proses metabolisme dalam tubuh. Hasil metabolisme yang baik akan melepas glukosa sehingga energi dapat bertahan dari pagi hingga siang hari.



Simak Video "Keterisian RS COVID-19 di Kudus: Ruang Isolasi 95%, ICU 85%"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)