Kamis, 19 Agu 2021 05:00 WIB

Kesalahan Asupan Makanan Pasien COVID-19 Saat Isolasi Mandiri

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Selama menjalani isolasi mandiri, pasien COVID-19 membutuhkan asupan makanan dan nutrisi yang tercukupi. Beredar pula narasi yang menyebut mengonsumsi jamu dapat menyembuhkan COVID-19. Benarkah hal tersebut?

Menanggapi hal ini, Spesialis Gizi Klinik di RS Pondok Indah, dr Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK, menjelaskan bahwa jika mengonsumsi segala sesuatu yang sifatnya alamiah, seperti empon-empon yang terdiri dari jahe, temulawak, kunyit sebagainya diperbolehkan.

"Ingatlah bahwa kelebihan kita mengkonsumsi sesuatu yang asalnya dari alam, maka akan jarang sekali menimbulkan toksisitas atau kelebihan," kata dokter Juwalita.

Mengonsumsi jamu atau ramuan alami bermanfaat untuk kesehatan, tetapi bukan untuk obat COVID-19. Hal ini pun sempat dibantah oleh Kepala Balai Besar Litbang Tanaman Obat Tradisional Kementerian Kesehatan, Akhmad Saikhu. Ia menegaskan bahwa belum ada ramuan jamu yang ditetapkan sebagai obat COVID-19.

Lalu, makanan seperti apa yang baik dikonsumsi selama isolasi mandiri? Berikut makanan dan minuman yang baik dikonsumsi selama isoman:

  • Mengonsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian (jagung yang belum diolah, millet, oat, gandum, beras merah atau umbi-umbian atau akar seperti kentang, ubi, taro atau singkong), dan makanan dari sumber hewani (daging, ikan, telur dan susu).
  • Setiap hari, makan: 2 cangkir buah (4 porsi), 2,5 cangkir sayuran (5 porsi), 180 gram biji-bijian, dan 160 gram daging dan kacang-kacangan (daging merah dapat dimakan 1-2 kali per minggu, dan daging unggas 2-3 kali per minggu).
  • Untuk camilan, pilihlah sayuran mentah dan buah segar daripada makanan yang tinggi gula, lemak, atau garam.
  • Jangan memasak sayuran dan buah terlalu lama karena ini dapat menyebabkan hilangnya kandungan vitamin
  • Jika mengonsumsi sayuran dan buah kalengan atau instan, pilih varian tanpa tambahan garam atau gula.

Selain menjaga asupan makanan dan nutrisi selama menjalani isoman, terdapat makanan yang harus dihindari. Berikut makanan yang harus dihindari selama isoman:

  • Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung sodium, seperti keripik, kentang goreng, dan lain-lain. Sebab, dapat menyebabkan dehidrasi dan menyebabkan kelelahan serta pusing.
  • Hindari makanan yang mengandung lemak trans seperti makanan yang digoreng, makanan yang dipanggang, seperti biskuit, pie, pizza, kue kering, kerupuk, dan margarin yang mengandung lemak.
  • Makanan olahan berat seringkali mengandung gula tinggi, lemak, dan kalori kosong, seperti olahan minuman manis, daging olahan seperti sosis, makanan cepat saji, makanan kaleng dan lain-lain. Terlalu banyak mengkonsumsi banyak makanan olahan banyak dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung atau kematian dini, obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kanker, dan depresi.


Simak Video "Data Statistik: 80% Gejala Ringan, Jadi Alasan Kemenkes Minta Warga Isoman di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)