Langsung Makan Pedas Saat Buka Puasa? Ini yang Akan Terjadi pada Lambung

Kolom Gizi

Langsung Makan Pedas Saat Buka Puasa? Ini yang Akan Terjadi pada Lambung

detikHealth
Senin, 09 Mar 2026 07:02 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
Sambal Petai, a popular condiment of red chili paste with stink (bitter) beans from Central Java. The condiment is plated on old-fashioned crockery with red flowers paintings. It is served together with other popular spicy condiments from several oth
Sambal petai. Foto: Getty Images/MielPhotos2008
Jakarta -

Orang Indonesia dikenal akrab dengan makanan pedas. Sambal hampir selalu hadir di meja makan, mulai dari sambal terasi, sambal bawang, sampai sambal ijo. Banyak yang merasa makan belum lengkap jika tidak ada sensasi pedas di lidah.

Kebiasaan itu sering terbawa saat momen puasa pada menu berbuka. Setelah menahan lapar seharian, sebagian orang langsung memilih menu yang pedas agar makan terasa lebih nikmat. Gorengan dengan cabai rawit atau lauk yang disiram sambal sering menjadi makanan favorit

Perut yang sudah kosong sejak pagi sebenarnya sedang berada dalam kondisi sensitif. Makanan pedas dapat merangsang lambung untuk bereaksi lebih kuat. Cabai yang menjadi sumber rasa pedas termasuk salah satu makanan yang dapat memicu respons tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition (2016) menjelaskan bahwa cabai mengandung senyawa aktif bernama capsaicin yang dapat merangsang reseptor saraf yang dikenal sebagai TRPV1, reseptor yang juga terdapat pada saluran pencernaan. Aktivasi reseptor tersebut dapat memicu sensasi panas dan meningkatkan aktivitas saluran cerna.

ADVERTISEMENT

Lambung yang Kosong Lebih Sensitif terhadap Rangsangan

Selama puasa, lambung tidak benar-benar berhenti bekerja. Organ ini tetap memproduksi asam lambung dalam jumlah tertentu. Kondisi perut yang kosong selama berjam-jam membuat lapisan lambung lebih peka terhadap makanan yang masuk.

Makanan pertama saat berbuka biasanya langsung memicu lambung untuk kembali aktif mencerna. Respons ini normal karena tubuh sedang bersiap menerima asupan setelah jeda makan yang cukup lama.

Rasa pedas dari cabai dapat memperkuat rangsangan tersebut. Penelitian dalam Neurochemical Research tahun 2023 menjelaskan bahwa capsaicin dapat memicu pelepasan zat kimia tertentu yang berkaitan dengan sekresi asam lambung dan sensasi terbakar pada saluran pencernaan.

Situasi ini menjelaskan mengapa makanan pedas terasa jauh lebih kuat ketika dimakan saat perut kosong dibandingkan setelah makan.

Sensasi Pedas Bisa Memicu Perut Perih dan Mulas

Sensasi pedas sebenarnya bukan rasa seperti manis atau asin. Sensasi ini muncul karena saraf tubuh menerima sinyal panas dari capsaicin.

Reseptor saraf tersebut tidak hanya berada di lidah. Bagian lambung dan usus juga memiliki reseptor yang serupa. Aktivasi reseptor ini dapat membuat saluran cerna bereaksi lebih aktif.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Food Science and Human Wellness tahun 2021 menunjukkan bahwa capsaicin dapat meningkatkan sensitivitas saluran pencernaan dan menimbulkan ketidaknyamanan pada saluran cerna. Kondisi ini membuat sebagian orang lebih mudah mengalami keluhan seperti perut perih, sensasi panas di lambung, atau mulas setelah makan pedas.

Pergerakan usus juga bisa menjadi lebih cepat. Situasi ini sering membuat seseorang merasa ingin buang air besar tidak lama setelah makan makanan pedas.
Keluhan biasanya lebih mudah muncul pada orang yang memiliki riwayat gangguan lambung seperti dispepsia atau refluks asam lambung.

Beri Waktu Lambung Beradaptasi Saat Berbuka

Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri setelah berpuasa seharian. Sistem pencernaan akan bekerja lebih nyaman ketika makanan masuk secara bertahap, tidak langsung dalam jumlah besar atau dengan rasa yang terlalu kuat.

Air putih, kurma, atau makanan ringan bisa menjadi langkah awal untuk mengisi perut. Makanan sederhana memberi kesempatan bagi lambung untuk mulai bekerja kembali secara perlahan. Setelah itu, barulah makanan yang lebih berat dikonsumsi.

Jeda beberapa menit setelah minum atau makan ringan juga membantu lambung beradaptasi. Saat perut sudah terisi sebagian, produksi asam lambung dan enzim pencernaan mulai meningkat sehingga makanan berikutnya dapat diproses dengan lebih baik.

Makanan pedas sebaiknya dikonsumsi setelah tahap ini. Cara tersebut membantu mengurangi rangsangan langsung pada dinding lambung yang masih kosong. Sensasi pedas tetap bisa dinikmati tanpa membuat perut terasa perih, mulas, atau tidak nyaman setelah berbuka puasa.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Kenapa Stres Bisa Picu GERD?"
[Gambas:Video 20detik]
(mal/up)
Menu Sehat Takjil dan Berbuka
8 Konten
Ada banyak pilihan menu takjil dan berbuka, semua pastinya menggugah selera. Namun bicara soal kesehatan, selera saja kadang tidak cukup. Bijak pilih-pilih biar bermanfaat bagi tubuh.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads