Hati-hati, Ini yang Terjadi Jika Kalap Makan Enak Berlanjut Setelah Lebaran

Hati-hati, Ini yang Terjadi Jika Kalap Makan Enak Berlanjut Setelah Lebaran

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sabtu, 21 Mar 2026 17:02 WIB
Close Up Sambal Goreng Ati Ampela Served on Enamel Bowl on a  Wood table. Made from Potatoes, Chicken Liver,  and Gizzard. Cooked with Coconut Milk, Chili Seasonin, and other Herbs
Makanan enak saat lebaran. Foto: Getty Images/Ika Rahma
Jakarta -

Merayakan momen kemenangan dengan makan enak sebenarnya boleh-boleh saja. Namun selain harus menjaga agar porsinya tidak berlebihan, juga penting memastikan pola makan serba enak tersebut tidak berlanjut hingga hari-hari berikutnya.

Nutrisionis Rita Ramayulis mengatakan, dampak makan enak saat lebaran sedikit banyak akan berdampak pada sistem metabolisme. Jika berlanjut, maka berbagai gangguan pada sistem metabolisme bisa jadi bumerang bagi kesehatan secara keseluruhan.

"Sekarang kan di Indonesia namanya penyakit jantung dan stroke masih pembunuh nomor satu. Itu berawal dari pola makan yang tinggi gula, tinggi garam, tinggi lemak, yang tiga-tiga ini akan kita temukan di lebaran," terang Rita dalam program detikSore, Jumat (20/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Ia juga mengingatkan, Indonesia memiliki proporsi jumlah pengidap diabetes mellitus yang cukup tinggi dibanding negara lain. Artinya, orang Indonesia punya risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit tersebut.

"Pengaturan pola makan itu harus dilakukan kapan saja, di mana saja, menjadi bagian dari kehidupan," pesannya.




(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads