Kolom Gizi

Suka Buah Tapi Dihantui Lonjakan Gula Darah? Gen Z Wajib Tahu Fakta Ini

Fitri Isnia Nuryani, S.Pt - detikHealth
Rabu, 22 Apr 2026 07:04 WIB
Buah vs gula darah. Foto: iStock
Jakarta -

Kebiasaan menutup makan dengan buah sering dianggap sebagai langkah kecil menuju pola makan yang lebih sehat. Apalagi, buah identik dengan label "alami" dan kaya nutrisi, sehingga banyak yang percaya kebiasaan ini bisa membantu menyeimbangkan efek makanan sebelumnya, termasuk menjaga gula darah tetap stabil.

Namun, di balik anggapan tersebut, apakah benar makan buah setelah makan utama memberikan manfaat seperti yang dibayangkan?

Buah Setelah Makan: Sehat atau Justru Menambah Beban Gula?

Banyak orang terbiasa makan buah setelah makan besar, misalnya semangka, melon, atau pepaya sebagai penutup. Kebiasaan ini sering dianggap lebih sehat, bahkan dipercaya bisa membantu "menetralisir" makanan sebelumnya.

Padahal, dari sisi metabolisme, tubuh tidak bekerja seperti itu. Setiap makanan yang mengandung karbohidrat (termasuk buah), akan tetap dipecah menjadi glukosa dan masuk ke dalam aliran darah.

Artinya, jika setelah makan nasi, mie, atau makanan tinggi karbohidrat lainnya lalu langsung dilanjutkan dengan buah, tubuh menerima asupan gula dalam jumlah lebih banyak dalam satu waktu makan. Dalam ilmu gizi, respons ini tidak hanya dipengaruhi oleh satu jenis makanan, tetapi oleh total asupan karbohidrat dalam satu waktu, yang dikenal sebagai glycemic load (GL).

Meskipun gula dalam buah bersifat alami dan disertai serat, tetap saja berkontribusi terhadap kadar gula darah. Serat memang membantu memperlambat penyerapan, tetapi efek ini tidak sepenuhnya menghilangkan kenaikan gula darah, terutama jika dikonsumsi bersamaan atau setelah makanan tinggi karbohidrat.

Akibatnya, kadar gula darah bisa bertahan lebih tinggi atau meningkat lebih lama setelah makan (postprandial glycemia), terutama jika total asupan karbohidrat dalam satu waktu cukup tinggi. Ini bukan karena buahnya tidak sehat, tetapi karena konsumsinya dilakukan saat tubuh masih memproses asupan dari makanan utama.

Karena itu, makan buah setelah makan berat tidak otomatis membuat pola makan jadi lebih baik, terutama jika tujuannya menjaga gula darah tetap stabil.



Simak Video "Video: Dokter Tegaskan Makan Daging Bukan Pemicu GERD!"


(fti/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork