Roti sering hadir di momen paling sederhana. Sarapan cepat sebelum berangkat, teman minum kopi di sore hari, sampai pengganjal lapar di tengah aktivitas. Praktis dan selalu ada, tapi jarang langsung habis dalam sekali makan. Sisa beberapa lembar biasanya disimpan, berharap masih enak dimakan keesokan hari.
Di dapur, kebiasaan mulai terbagi. Ada yang langsung memasukkan roti ke kulkas supaya tidak cepat berjamur. Ada juga yang membiarkannya tetap di suhu ruang agar teksturnya tidak berubah. Pilihan yang terlihat sepele ini ternyata berpengaruh besar pada kualitas roti saat dimakan.
Banyak yang mengira suhu dingin otomatis membuat roti lebih awet. Kenyataannya, yang terjadi sedikit berbeda dan sering luput disadari.
Saat Roti Masuk Kulkas, Teksturnya Cepat Berubah
Di dalam roti terdapat pati yang sebelumnya sudah mengalami proses pemanggangan. Struktur ini menyimpan air dan memberi tekstur lembut pada roti segar.
Suhu kulkas yang berada di kisaran 4 derajat Celsius mempercepat proses retrogradasi pati. Molekul pati kembali tersusun rapat dan membentuk struktur yang lebih kaku. Proses ini membuat roti cepat mengeras dan terasa kering.
Penelitian dalam jurnal Foods tahun 2024 menunjukkan penyimpanan pada suhu dingin mempercepat perubahan tekstur roti. Pertumbuhan mikroba atau jamur memang melambat, tetapi kualitas roti turun lebih cepat karena roti menjadi keras.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
(mal/up)