Ubi Cream Cheese Masih Kurang Bernutrisi? Dokter Gizi Sarankan Variasi Ini

Kolom Gizi

Ubi Cream Cheese Masih Kurang Bernutrisi? Dokter Gizi Sarankan Variasi Ini

detikHealth
Minggu, 17 Mei 2026 13:03 WIB
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Ditulis oleh:
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Sarjana peternakan dari IPB University dengan peminatan pada nutrition and feed technology. Saat ini merupakan peserta program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai penulis artikel gaya hidup
tren viral ubi cream cheese
Tren dessert ubi kekinian. Foto: infografis detikHealth
Jakarta -

Olahan ubi dengan topping cream cheese belakangan ramai di media sosial. Ketimbang pakai topping tinggi lemak dan gula, dokter menyarankan variasi lain yang nutrisinya lebih lengkap.

Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK mengatakan kombinasi karbohidrat dan cream cheese sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, cream cheese lebih sering dipadukan dengan roti sebelum kini populer dikombinasikan dengan ubi.

"Jadi sebenarnya, ubi dan cream cheese itu merupakan variasi menu. Dasarnya sama, merupakan variasi dari karbohidrat dan lemak. Pada zaman dulu sebelum musim ubi dan cream cheese ini, biasanya cream cheese dikombinasikan dengan roti," ujarnya, saat dihubungi oleh detikcom, Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun menurutnya, olahan ubi cream cheese cenderung rendah protein jika hanya mengandalkan ubi dan cream cheese saja. Karena itu, masyarakat bisa menambahkan sumber protein lain agar kandungan gizinya lebih seimbang.

"Kalau misalnya ubi, untuk topping kita bisa pakai seperti yang lagi kekinian juga. Bisa dikombinasikan dengan edamame atau kacang sebagai sumber protein, atau telur sebagai sumber protein dan lemak baik," katanya.

ADVERTISEMENT

Temuan dalam jurnal Diabetes Care juga menunjukkan konsumsi protein bersama makanan sumber karbohidrat dapat membantu memperlambat pengosongan lambung dan membuat kenaikan gula darah setelah makan berlangsung lebih bertahap. Karena itu, kombinasi karbohidrat dan protein dinilai lebih seimbang dibanding hanya mengonsumsi karbohidrat dengan topping tinggi lemak atau gula saja.

Menurut dr Tjandra, protein berperan penting dalam membantu menjaga massa otot, memperbaiki jaringan tubuh, serta memberikan rasa kenyang lebih lama. Sementara itu, ubi dan cream cheese saja dinilai belum cukup memenuhi kebutuhan protein dalam sekali makan.

"Kalau cream cheese dan ubi, karena proteinnya sedikit sekali, mungkin cuma 2 gram, padahal kita butuh sekali makan sekitar 10-20 gram per kali makan," ujarnya.

Karena itu, ia menyarankan masyarakat menambahkan lauk atau bahan lain yang mengandung protein lebih tinggi pada olahan ubi viral tersebut.

"Jadi mungkin bisa ditambahkan menu yang mengandung protein tinggi. Lauk-pauk lah ya, seperti mungkin dicampur dengan ayam, ayam suwir, atau ayam giling ya, atau dengan telur. Yang paling gampang telur sebagai kombinasi untuk makanan yang lebih sehat," lanjutnya.

Kombinasi karbohidrat, lemak, dan protein yang lebih seimbang dinilai lebih baik dibanding hanya mengandalkan topping tinggi lemak dan gula saja.



Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Viral Ubi Cream Cheese, Kombinasi Nikmat Kaya Gizi? Ini Kata Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)
Dessert Viral Ubi Cream Cheese
12 Konten
Desset kekinian ubi cream cheese lagi viral banget, banyak yang rela antre lama untuk mendapatkannya di supermarket. Dianggap lebih sehat dibanding dessert berbahan tepung, tapi apakah benar-benar aman untuk diet?
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads