Warna kuning telur kerap menjadi perhatian konsumen, tak terkecuali pada telur-telur yang dilabeli sebagai 'telur omega 3'. Warna kuning telurnya yang beda membuat sebagian orang mengira, telur tersebut berasal dari spesies ayam yang berbeda.
Sebagian orang lainnya menganggap kuning telur yang berwarna oranye pekat sebagai tanda telur berkualitas tinggi. Namun pernah pula, ada yang menganggap warna tertentu sebagai ciri "telur palsu". Anggapan ini sempat ramai beredar di media sosial dan menjadi salah satu hoaks yang berulang kali dibantah oleh berbagai pihak.
Faktanya, warna kuning telur dapat dipengaruhi oleh jenis pakan yang dikonsumsi ayam. Salah satu senyawa yang berperan dalam memberikan warna lebih pekat pada kuning telur adalah astaxanthin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pigmen yang Membuat Kuning Telur Lebih Oranye
Astaxanthin merupakan pigmen alami dari kelompok karotenoid yang ditemukan pada berbagai organisme laut, seperti mikroalga, udang, krill, lobster, dan salmon. Senyawa ini dikenal memiliki warna merah-oranye yang khas sekaligus aktivitas antioksidan yang kuat.
Dalam artikel ilmiah berjudul Astaxanthin for the Food Industry yang diterbitkan di jurnal Molecules pada 2021, dijelaskan bahwa astaxanthin banyak dimanfaatkan dalam industri pangan dan pakan karena sifat pewarna alaminya serta potensinya sebagai antioksidan.
Pada peternakan ayam petelur, astaxanthin dapat ditambahkan ke dalam pakan. Setelah dikonsumsi ayam, sebagian pigmen tersebut akan diserap tubuh dan terakumulasi pada kuning telur. Proses inilah yang membuat warna kuning telur dapat berubah menjadi lebih pekat, dari kuning cerah hingga cenderung oranye.
Karena itu, warna kuning telur yang lebih gelap tidak selalu menunjukkan telur lebih segar atau lebih bergizi. Dalam banyak kasus, warna tersebut lebih mencerminkan jenis pigmen yang terkandung dalam pakan ayam.
Temuan ini sekaligus menjelaskan mengapa kuning telur yang berwarna oranye pekat bukanlah bukti bahwa telur tersebut palsu atau dibuat dari bahan sintetis. Warna yang lebih mencolok dapat muncul secara alami akibat kandungan pigmen tertentu dalam pakan ayam, termasuk astaxanthin.
Selain berperan sebagai pigmen, astaxanthin juga dikenal sebagai antioksidan. Namun, jumlah astaxanthin dalam telur umumnya jauh lebih rendah dibandingkan sumber utamanya seperti salmon atau produk suplemen.
Meski kuning telur yang lebih oranye kerap dianggap lebih sehat, anggapan ini tidak sepenuhnya tepat. Kandungan gizi telur dipengaruhi banyak faktor, mulai dari genetik, usia ayam, hingga komposisi pakan secara keseluruhan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Oleo Science pada 2024 menunjukkan bahwa pemberian astaxanthin pada ayam petelur dapat meningkatkan warna kuning telur sekaligus kadar astaxanthin di dalamnya. Namun, perubahan tersebut tidak otomatis membuat seluruh nilai gizi telur menjadi lebih tinggi.
Dengan kata lain, warna kuning telur dapat menjadi petunjuk mengenai jenis pakan yang dikonsumsi ayam, tetapi bukan indikator mutlak kualitas gizinya. Jadi, kuning telur yang lebih pucat tidak berarti lebih buruk, sementara kuning telur yang lebih oranye juga tidak selalu lebih sehat.
Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)











































