Kuningnya Lebih Oranye, Pasti Telur Omega-3? Ternyata Tidak

Kuningnya Lebih Oranye, Pasti Telur Omega-3? Ternyata Tidak

detikHealth
Minggu, 07 Jun 2026 15:04 WIB
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Ditulis oleh:
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Sarjana peternakan dari IPB University dengan peminatan pada nutrition and feed technology. Saat ini merupakan peserta program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai penulis artikel gaya hidup
Top view of yolk and egg white in glass bowl on white weathered wooden table
Kuning telur. Foto: iStock
Jakarta -

Warna kuning telur sering menjadi salah satu indikator yang digunakan konsumen saat memilih telur. Banyak orang menganggap kuning telur yang lebih oranye menandakan telur tersebut lebih bergizi, lebih alami, atau bahkan pasti merupakan telur omega-3.

Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar. Sejumlah penelitian menunjukkan warna kuning telur dan kandungan omega-3 dipengaruhi oleh faktor yang berbeda. Warna kuning telur lebih banyak ditentukan oleh pigmen karotenoid dalam pakan ayam, sedangkan kandungan omega-3 bergantung pada sumber lemak yang diberikan dalam ransum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warna Kuning Telur Lebih Banyak Dipengaruhi Pakan Ayam

Warna kuning telur dapat bervariasi, mulai dari kuning pucat hingga oranye tua. Menurut ulasan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Animal Nutrition, warna kuning telur berasal dari karotenoid, yaitu pigmen alami berwarna kuning, oranye, dan merah yang terdapat pada berbagai bahan pakan. Karotenoid hanya menyumbang kurang dari 1% lipid kuning telur, tetapi menjadi komponen utama yang menentukan warna kuning telur.

ADVERTISEMENT

Jenis karotenoid yang paling berpengaruh terhadap warna kuning telur adalah kelompok xantofil, seperti lutein dan zeaxanthin. Pigmen-pigmen ini banyak ditemukan pada jagung, marigold, paprika merah, alfalfa, hingga berbagai bahan nabati lainnya yang digunakan dalam pakan ayam.

Penelitian yang dimuat dalam Czech Journal of Food Sciences menunjukkan bahwa warna kuning telur memang sangat dipengaruhi oleh profil karotenoid dalam pakan ayam. Namun, penelitian tersebut juga menemukan bahwa warna kuning telur tidak selalu mencerminkan jumlah karotenoid yang terkandung di dalamnya.

Dalam penelitian tersebut, telur dengan warna paling gelap pada skala Roche (nilai 13) mengandung sekitar 28,3 mg karotenoid per kilogram kuning telur, sedangkan telur dari peternakan rumahan yang memiliki kandungan karotenoid jauh lebih tinggi, yakni 72,5 mg/kg, hanya memiliki skor warna 10. Sebaliknya, telur organik dengan warna lebih pucat memiliki kandungan karotenoid 20,2 mg/kg. Temuan ini menunjukkan bahwa warna kuning telur tidak selalu berbanding lurus dengan kandungan nutrisi tertentu.

Telur Omega-3 Tidak Selalu Lebih Oranye

Telur omega-3 merupakan telur yang dihasilkan dari ayam yang diberi pakan kaya asam lemak omega-3, misalnya biji rami (flaxseed), minyak ikan, atau sumber omega-3 lainnya. Kandungan omega-3 dalam telur meningkat karena perubahan komposisi lemak pakan, bukan karena perubahan pigmen warna.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Foods tahun 2021 meneliti pengaruh penambahan 6% linseed meal (tepung biji rami) sebagai sumber omega-3 pada pakan ayam petelur. Hasilnya menunjukkan bahwa peningkatan omega-3 dan perubahan warna kuning telur merupakan dua hal yang berbeda. Peneliti menemukan kandungan asam lemak omega-3 (n-3 PUFA) dalam pakan meningkat dari 2,67% pada pakan kontrol menjadi 7,84-10,63% pada pakan perlakuan, tetapi warna kuning telur menjadi lebih pekat terutama ketika pakan juga ditambahkan sumber karotenoid seperti paprika merah, wortel, atau ampas seabuckthorn.

Dengan kata lain, peningkatan warna oranye pada kuning telur dalam penelitian tersebut lebih berkaitan dengan penambahan karotenoid daripada omega-3 itu sendiri. Peneliti bahkan menyimpulkan bahwa sumber karotenoid berperan dalam meningkatkan warna kuning telur, sementara linseed meal berfungsi memperkaya kandungan asam lemak omega-3.

Temuan serupa juga terlihat dalam penelitian lain yang menggunakan biji rami sebagai sumber omega-3 dan campuran tomat serta paprika merah sebagai sumber karotenoid. Hasil menunjukkan penambahan biji rami saja hanya membuat kuning telur sedikit lebih kuning dan kemerahan. Sementara itu, penambahan tomat dan paprika secara signifikan meningkatkan skor warna kuning telur pada skala Roche atau nilai 13.

Karena itu, warna kuning telur yang lebih oranye tidak dapat dijadikan patokan bahwa telur tersebut pasti mengandung omega-3 lebih tinggi. Cara yang lebih akurat untuk mengetahui kandungan omega-3 adalah dengan melihat informasi nilai gizi atau klaim kandungan omega-3 yang dicantumkan pada kemasan produk.

Pada akhirnya, warna kuning telur lebih mencerminkan jenis pigmen yang dikonsumsi ayam melalui pakan, bukan otomatis menunjukkan kandungan omega-3 yang lebih tinggi. Kuning telur yang sangat oranye bisa saja bukan telur omega-3, sementara telur omega-3 juga tidak selalu memiliki warna yang jauh lebih pekat dibandingkan telur biasa.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)
Polemik Nutrisi Telur Omega 3
6 Konten
Telur omega 3 diklaim punya kandungan nutrisi yang lebih baik. Rupanya banyak yang tidak tahu, telur jenis ini dihasilkan dari jenis ayam yang sama seperti telur pada umumnya. Lalu bedanya apa?
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads