Kolom Gizi

Keju Bisa Tangkal Kerusakan Gigi usai Makan Manis, Benarkah?

Fitri Isnia Nuryani, S.Pt - detikHealth
Sabtu, 13 Jun 2026 13:09 WIB
Keju bisa menangkal efek gula? Foto: Getty Images/Riza Azhari
Jakarta -

Es krim, kue, atau permen sering kali menjadi "tersangka utama" di balik gigi berlubang karena kandungan gulanya. Lalu, ada pula anggapan yang menyebut bahwa makan keju setelah mengonsumsi makanan manis dapat membantu melindungi kesehatan gigi.

Anggapan ini bukan tanpa dasar. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa keju dapat merangsang produksi air liur dan membantu meningkatkan pH di dalam mulut, kondisi yang dinilai dapat mengurangi risiko kerusakan gigi akibat paparan asam setelah makan makanan manis.

Meski demikian, bukan berarti keju bisa menghapus seluruh dampak konsumsi gula atau menjadi pengganti kebiasaan menjaga kebersihan gigi. Selain itu, keju juga mengandung kalori yang perlu diperhitungkan dalam pola makan sehari-hari.

Lalu, benarkah makan keju setelah makanan manis dapat membantu menjaga kesehatan gigi? Dan apakah kebiasaan ini perlu dilakukan oleh semua orang?

Benarkah Keju Setelah Makanan Manis Bisa Melindungi Gigi?

Makanan dan minuman manis sering dikaitkan dengan peningkatan risiko gigi berlubang. Hal ini terjadi karena bakteri di dalam mulut memanfaatkan gula sebagai sumber energi dan menghasilkan asam sebagai produk sampingnya. Asam tersebut dapat menurunkan pH di dalam mulut, sehingga lama-kelamaan mengikis mineral pada lapisan terluar gigi atau email gigi.

Jika kondisi ini terjadi terlalu sering tanpa diimbangi proses pemulihan alami, email gigi dapat mengalami demineralisasi dan meningkatkan risiko terbentuknya karies atau gigi berlubang.

Di sinilah keju diduga dapat memberikan manfaat. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal General Dentistry pada 2013 melibatkan 68 anak dan remaja berusia 12-15 tahun yang diminta mengonsumsi sekitar 12-15 gram keju cheddar, susu, atau yoghurt tanpa gula. Hasilnya, peserta yang mengonsumsi keju mengalami peningkatan pH plak gigi dalam 10 hingga 30 menit setelah makan, sedangkan peningkatan serupa tidak ditemukan pada kelompok susu maupun yoghurt.



Simak Video "Video: Cara Aman Bersihkan Sela Gigi, Jangan Keseringan Pakai Tusuk Gigi!"


(fti/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork