Pangkas 11 Kg dalam 2 Bulan! Pria Jepang Ini Bocorkan Trik Diet Mentimun yang Super Ampuh

Pangkas 11 Kg dalam 2 Bulan! Pria Jepang Ini Bocorkan Trik Diet Mentimun yang Super Ampuh

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 01 Jul 2026 05:07 WIB
Sliced fresh green cucumber on the cutting board.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/jirkaejc)
Jakarta -

Nozaki, chef eksekutif di restoran berbintang dua Michelin Buntokuyama, memperkenalkan metode 'diet mentimun' yang diklaim dapat membantu menurunkan berat badan. Metode ini hanya memiliki dua aturan sederhana, yakni makan satu hingga dua buah mentimun sebelum setiap kali makan dan mengunyah setiap suapan setidaknya 20 kali.

Dengan cara tersebut, seseorang tetap diperbolehkan menikmati menu makanan sehari-hari selama memilih makanan yang sehat. Hasilnya juga diklaim akan lebih optimal jika dibarengi dengan rutin berolahraga.

Dikutip dari VN Express, pria yang berasal dari Prefektur Fukushima, Jepang, ini mengaku sudah terbiasa mengonsumsi mentimun mentah sejak kecil. Menurutnya, kebiasaan tersebut membantu mengendalikan nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk ngemil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ide menerapkan mentimun sebagai bagian dari program penurunan berat badan muncul setelah hasil pemeriksaan kesehatannya pada 2011 menunjukkan bahwa ia mengalami perlemakan hati (fatty liver) dan kadar kolesterol tinggi. Kondisi itu mendorong Nozaki mencari cara untuk menurunkan berat badan.

Ia kemudian mulai mengonsumsi mentimun setiap kali merasa lapar, bahkan sesekali menggantikan sarapan dan makan malam dengan mentimun.

ADVERTISEMENT

"Hasilnya, saya berhasil menurunkan berat badan 11 kilogram dalam dua bulan, lebih sering buang air kecil, dan perut saya menjadi lebih ramping," ujarnya.

Nozaki mengaku mampu mempertahankan berat badannya selama hampir lima tahun tanpa mengalami kenaikan berat badan kembali.

Pengalamannya tersebut kemudian ia tuangkan dalam buku berjudul Kyuuri Taberu dake Diet (The Cucumber-Only Diet). Dalam buku itu, Nozaki membagikan kisah pribadinya sekaligus berbagai resep olahan mentimun.

Menurut Nozaki, metode diet mentimun dapat menjadi alternatif bagi orang yang enggan menjalani diet ketat. Dengan cara ini, seseorang tetap bisa menikmati makanan sehari-hari sambil berupaya menurunkan berat badan.

Metode tersebut juga telah dicoba oleh beberapa figur publik di Jepang. Pesepak bola wanita Maruyama Karina mengaku berhasil menurunkan berat badan 6,6 kg dan mengecilkan lingkar pinggang hingga 7,5 cm setelah menjalani diet mentimun selama tiga minggu.

Sementara itu, mantan anggota grup idola Jepang Morning Musume, Fukuda Asuka, juga mengaku memperoleh hasil positif setelah mencoba metode diet tersebut.

Kandungan Mentimun

Mentimun merupakan salah satu buah yang menyegarkan dan mudah diolah. Selain dimakan segar, mentimun juga bisa dijadikan acar dan bahkan kerap digunakan untuk membantu menyegarkan area mata saat perawatan spa.

Di balik kesegarannya, mentimun juga menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan. Ahli gizi Amber Sommer mengatakan mentimun dapat membantu mencegah penyakit, menjaga berat badan, serta mendukung kesehatan sistem pencernaan. Menurutnya, karena mudah ditemukan dan praktis dikonsumsi, hampir semua orang bisa memperoleh manfaat dari buah ini.

Mentimun termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae, bersama labu, zucchini, dan melon. Meski sering dianggap sebagai sayuran, mentimun sebenarnya merupakan buah karena memiliki biji dan tumbuh dari bunga.

Buah ini rendah kalori, tetapi kaya akan air, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin K, kalium, dan kalsium. Dalam setiap 100 gram mentimun mentah beserta kulitnya terkandung sekitar:

  • 15 kalori
  • 0,1 gram lemak
  • 3,6 gram karbohidrat
  • 0,5 gram serat
  • 1,7 gram gula
  • 0,7 gram protein

Porsi tersebut juga mengandung sekitar 14 persen kebutuhan harian vitamin K, 3 persen kebutuhan harian kalium dan vitamin C, serta 1 persen kebutuhan harian kalsium.

Benarkah Mentimun Bisa Membantu Menjaga Berat Badan?

Dikutip dari Cleveland Clinic, mentimun bisa menjadi pilihan camilan yang baik, terutama bagi orang dengan obesitas, yang merupakan salah satu faktor risiko utama diabetes tipe 2.

Timun memiliki kalori yang rendah, karbohidrat, dan gula. Selain itu, kandungan air dan seratnya dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga berpotensi mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.

Senada, ahli gizi Frances Largeman-Roth, RDN menjelaskan mentimun mengandung kalori yang rendah, sehingga bisa menjadi pilihan untuk menjaga berat badan.

"Mentimun cocok bagi orang yang menyukai camilan renyah karena hanya mengandung sekitar 16 kalori per cangkir," ujar Frances.

Di sisi lain, mentimun juga bermanfaat bagi pengidap diabetes. Hal ini karena mentimun memiliki indeks glikemik (IG) yang rendah, yaitu ukuran yang menunjukkan seberapa cepat suatu makanan dapat meningkatkan kadar gula darah.

"Nilai indeks glikemik yang rendah berarti mentimun memiliki pengaruh yang lebih kecil terhadap kenaikan gula darah dibandingkan makanan dengan indeks glikemik tinggi. Karena itu, mentimun bisa menjadi pilihan sehat untuk dimasukkan ke dalam pola makan," jelas Sommer.

Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan antioksidan dalam mentimun berpotensi membantu memperlambat perkembangan diabetes dan mengurangi risiko komplikasi akibat penyakit tersebut. Namun, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.

Manfaat Lain dari Mentimun

Selain membantu menjaga berat badan, beberapa manfaat lain mentimun di antaranya sebagai berikut.

1. Membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh

Minum air putih setiap hari sangat penting untuk menjaga kesehatan. Cairan yang cukup berperan dalam mendukung proses pencernaan, menjaga fungsi ginjal, membantu daya ingat dan fungsi kognitif, mengatur suhu tubuh, serta mengurangi risiko nyeri sendi.

Bagi orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan cairan hanya dari air putih, mentimun bisa menjadi pilihan tambahan. Buah ini mengandung lebih dari 96 persen air, sehingga dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.

"Lengkapi asupan cairan dengan menambahkan mentimun ke dalam salad, roti isi (wrap), atau menjadikannya camilan. Mentimun merupakan cara yang mudah dan menyegarkan untuk membantu meningkatkan hidrasi," kata Sommer.

2. Menjaga kesehatan tulang

Mentimun kaya akan vitamin K, nutrisi yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Asupan vitamin K yang cukup dapat membantu mengurangi risiko patah tulang serta menjaga kepadatan massa tulang. Sebaliknya, kepadatan mineral tulang yang rendah dapat meningkatkan risiko osteoporosis.

Selain itu, kombinasi vitamin K dan kalsium dalam mentimun memberikan manfaat tambahan bagi tulang. Vitamin K membantu tubuh menyerap kalsium, yaitu mineral penting untuk membangun dan mempertahankan kekuatan tulang.

3. Menyehatkan sistem pencernaan

Kandungan air dalam mentimun membantu proses pencernaan dengan memudahkan tubuh memecah makanan dan menyerap nutrisi. Sementara itu, seratnya membantu melancarkan buang air besar sehingga dapat mencegah sembelit.

Jika diolah menjadi acar melalui proses fermentasi, mentimun juga dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan usus. Menurut Sommer, beberapa jenis acar mengandung probiotik atau bakteri baik yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri jahat di saluran pencernaan.

Meski demikian, acar sebaiknya tetap dikonsumsi dalam jumlah wajar karena umumnya mengandung natrium yang cukup tinggi.

4. Berpotensi membantu melindungi dari kanker

Mentimun mengandung senyawa alami bernama cucurbitacin B (CuB) yang saat ini banyak diteliti karena potensinya dalam melawan sel kanker.

Sejumlah penelitian menunjukkan CuB berpotensi membantu menghambat pertumbuhan sel kanker hati, payudara, paru-paru, dan prostat, bahkan diduga dapat memicu kematian sel kanker. Namun, temuan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk memastikan efektivitasnya.

Selain itu, kulit mentimun juga kaya akan serat yang dapat membantu mencegah sembelit dan dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus besar. Karena itu, jika memungkinkan, mentimun sebaiknya dikonsumsi bersama kulitnya setelah dicuci hingga bersih.

5. Menjaga kesehatan jantung

Konsumsi natrium yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Sebaliknya, kalium membantu menurunkan tekanan darah dengan mengurangi efek natrium di dalam tubuh. Mentimun mengandung kalium sekaligus rendah natrium, sehingga baik untuk membantu menjaga tekanan darah tetap normal.

Manfaat mentimun bagi jantung tidak hanya itu. Senyawa cucurbitacin B diduga dapat membantu melindungi pembuluh darah dengan menghambat aterosklerosis, yaitu penumpukan lemak atau plak pada dinding arteri.

Selain itu, kandungan serat dalam mentimun juga membantu menurunkan kadar kolesterol. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa asupan serat yang cukup dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Kekurangan Diet Mentimun

Dikutip dari Healthline, meski diet mentimun dapat membantu menurunkan berat badan dalam waktu singkat, para ahli menilai kekurangan dari pola makan ini lebih besar dibandingkan manfaat yang ditawarkan.

1. Terlalu membatasi jenis makanan

Diet mentimun membatasi konsumsi sebagian besar kelompok makanan dan menganjurkan seseorang mengonsumsi mentimun sebagai makanan utama selama hingga dua minggu.

Pola makan ini tidak hanya berisiko menyebabkan kekurangan zat gizi, tetapi juga dapat mendorong kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti diet yang terlalu ketat. Penelitian menunjukkan, pembatasan makanan secara ekstrem merupakan salah satu bentuk gangguan pola makan yang dapat mengganggu kemampuan seseorang mengendalikan asupan makan.

Ironisnya, kebiasaan tersebut juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas dalam jangka panjang.

2. Rendah protein dan lemak

Mentimun memang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi bersama berbagai jenis makanan bergizi lainnya. Namun, secara alami mentimun rendah kalori, protein, dan lemak.

Padahal, protein dan lemak merupakan dua zat gizi makro yang sangat penting bagi tubuh. Dalam satu buah mentimun seberat sekitar 300 gram, hanya terdapat sekitar 2 gram protein dan 0,3 gram lemak.

Protein dibutuhkan untuk membentuk enzim dan hormon, menjaga kesehatan kulit, serta mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan massa otot.

Sementara itu, lemak berfungsi sebagai sumber energi, mendukung fungsi saraf dan otak, serta membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K.

Memang, diet ini menganjurkan mentimun dikonsumsi bersama makanan tinggi protein, seperti ayam atau telur. Namun, penelitian menunjukkan bahwa asupan protein sebaiknya diperoleh pada setiap waktu makan agar kebutuhan tubuh tetap terpenuhi dan massa otot terjaga.

3. Sulit dipertahankan dalam jangka panjang

Diet mentimun hanya dirancang untuk dijalani selama sekitar 7 hingga 14 hari dan tidak cocok diterapkan dalam jangka panjang.

Pasalnya, pola makan ini sangat rendah kalori sehingga tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan gizi tubuh. Sebagai gambaran, menu diet mentimun dalam satu hari hanya menyediakan sekitar 800 kalori, yang terdiri dari sekitar enam buah mentimun, satu porsi ayam atau ikan, dua butir telur, satu cangkir keju cottage, serta sedikit sayuran lainnya.

Beberapa versi diet mentimun bahkan lebih ketat daripada itu. Pembatasan kalori yang terlalu ekstrem dalam waktu lama dapat memperlambat metabolisme tubuh sebagai respons terhadap kondisi yang dianggap seperti kelaparan. Akibatnya, berat badan yang sudah turun lebih mudah kembali naik setelah diet dihentikan, bahkan meski seseorang tetap mengonsumsi kalori lebih sedikit dibandingkan sebelum menjalani diet.

Selain itu, membatasi variasi makanan juga membuat pola makan menjadi kurang menyenangkan dan berisiko tidak memenuhi kebutuhan gizi. Padahal, tidak ada alasan untuk menghindari makanan utuh dan bergizi, seperti ikan, biji-bijian utuh, sayuran, dan buah-buahan, yang justru penting sebagai bagian dari pola makan sehat.



(suc/tgm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads