Viral Mi Ayam dengan Micin 'Brutal', Dokter Gizi Ingatkan Risiko Darah Tinggi

Viral Mi Ayam dengan Micin 'Brutal', Dokter Gizi Ingatkan Risiko Darah Tinggi

detikHealth
Jumat, 07 Agu 2026 08:08 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
Creative Image
Mi ayam kerap menggunakan micin dengan takaran 'brutal'. Foto: Getty Images/Kadek Bonit Permadi
Jakarta -

Dalam sebuah video viral, seorang penjual mi ayam menuang penyedap rasa dengan takaran tidak masuk akal. Tak heran jika hipertensi alias darah tinggi jadi masalah serius di negeri ini.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, dari sekitar 52 juta peserta dewasa yang telah menjalani pemeriksaan tekanan darah melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sekitar 4,9 juta orang mengalami hipertensi dan 5,5 juta orang berada pada kondisi prehipertensi. Sementara itu, pada kelompok usia sekolah dan remaja, sebanyak 2,2 juta anak juga tercatat memiliki tekanan darah di atas normal.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi tidak hanya dialami usia dewasa, tetapi juga mulai ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian adalah tingginya asupan natrium dalam pola makan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Natrium bukan hanya berasal dari garam dapur atau micin, tetapi juga tersembunyi dalam berbagai saus dan bumbu yang sering dikonsumsi tanpa disadari. Video penjual mi ayam yang viral menggambarkan secara gamblang kondisi tersebut.

Spesialis Gizi Klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengingatkan, yang perlu diwaspadai bukan hanya penggunaan penyedap rasa, melainkan total natrium yang berasal dari seluruh makanan yang dikonsumsi dalam sehari.

ADVERTISEMENT

Asupan Natrium yang Tak Disadari

Menurut dr Yaze, banyak orang hanya fokus mengurangi micin, padahal sumber natrium juga berasal dari berbagai saus dan bumbu pelengkap makanan.

"Yang bikin saya khawatir, bukan cuman micinnya, tapi juga total natrium dari saus dan bumbunya. Kalau kebiasaan makan seperti ini terus-menerus, asupan natrium bisa berlebihan dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, stroke, penyakit jantung, terutama pada orang yang sensitif terhadap garam," kata dr Yaze.

Kemenkes menganjurkan konsumsi natrium tidak lebih dari 2.000 mg per hari. Jumlah tersebut merupakan total natrium yang berasal dari seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi, bukan hanya garam yang ditambahkan saat memasak. Itu berarti saus sambal, saus tomat, kecap, bumbu instan, hingga berbagai makanan olahan juga ikut menyumbang asupan natrium harian.

Meski demikian, dr Yaze menegaskan bahwa menikmati makanan favorit atau jajanan dengan tambahan saus sesekali bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Yang terpenting adalah tidak menjadikannya sebagai kebiasaan setiap hari.

"Sesekali mungkin ini enggak masalah, yang bahaya kalau ini dilakukan setiap hari. Kalau lagi pengen jajan seperti tadi, enggak masalah kok. Yang penting minta saus secukupnya, perbanyak sayur dan buah, dan imbangi makanan yang rendah garam di waktu makan berikutnya," ujarnya.

Selain membatasi penggunaan saus dan bumbu, dr Yaze juga menyarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah serta memilih makanan yang lebih rendah garam pada waktu makan berikutnya. Langkah sederhana tersebut dapat membantu menjaga asupan natrium tetap sesuai anjuran.

Menutup penjelasannya, dr Yaze mengingatkan bahwa menjaga kesehatan bukan ditentukan oleh satu kali makan, melainkan oleh kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

"Ingat ya, yang menentukan kesehatan bukan karena 1 kali makan, tapi adalah kebiasaan makan kamu setiap hari," tutupnya.

Dengan masih tingginya jumlah warga yang mengalami hipertensi maupun prehipertensi, menjaga asupan natrium menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan tekanan darah. Mengurangi konsumsi natrium bukan hanya berarti membatasi garam atau micin, tetapi juga lebih bijak dalam menggunakan saus, kecap, dan berbagai bumbu pelengkap yang sering kali luput dari perhatian.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Sering Konsumsi Makanan Bermicin Bisa Bikin Otak Lemot? Mitos atau Fakta?"
[Gambas:Video 20detik] (mal/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads