Benarkah Diet Tinggi Protein Bisa Bikin Ginjal Bekerja Lebih Keras? Dokter Bilang Gini

Benarkah Diet Tinggi Protein Bisa Bikin Ginjal Bekerja Lebih Keras? Dokter Bilang Gini

Elmy Tasya Khairally - detikHealth
Rabu, 12 Agu 2026 10:13 WIB
Ilustrasi ginjal
Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/sasirin pamai)
Jakarta -

Beberapa pilihan diet, seperti diet tinggi protein, dianggap bisa membantu menurunkan berat badan serta membentuk massa otot. Namun, ketika suatu diet menghilangkan seluruh kelompok makanan atau mendorong satu nutrisi secara ekstrem, hal tersebut bisa berdampak pada ginjal.

Orang dengan ginjal yang sehat mungkin bisa menoleransi asupan protein yang lebih tinggi. Namun, situasinya berubah jika seseorang sudah memiliki fungsi ginjal yang menurun, diabetes, tekanan darah tinggi, batu ginjal berulang, atau faktor risiko lainnya.

"Pola makan yang ekstrem bisa menjadi masalah, tergantung pada jumlah protein, garam, cairan, dan nutrisi lain yang dikonsumsi, serta kesehatan ginjal seseorang," kata Konsultan Neurologis & Dokter Transplantasi RS Apollo, Bengaluru, India, Dr Srivatsa A, dikutip dari laman Times of India.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ginjal Bekerja Keras saat Asupan Protein Meningkat

Ginjal terus-menerus menyaring darah dan membuang limbah melalui urine. Organ ini juga membantu mengatur cairan, elektrolit, dan keseimbangan asam-basa, serta memainkan peran penting dalam pengendalian tekanan darah.

Protein sangatlah penting untuk otot, hormon, enzim, dan banyak fungsi lainnya. Akan tetapi, tubuh menghasilkan limbah yang mengandung nitrogen saat memecah protein, dan ginjal membantu membuang limbah ini.

ADVERTISEMENT

Ketika asupan protein meningkat, beban penyaringan ginjal juga dapat bertambah. Kondisi ini disebut hiperfiltrasi glomerulus. Pada orang dengan fungsi ginjal normal, peningkatan penyaringan tersebut tidak otomatis berarti ginjal mengalami kerusakan. Peningkatan filtrasi sementara berbeda dengan penyakit ginjal yang terus berkembang.

Kekhawatiran lebih besar muncul jika seseorang mengonsumsi protein dalam jumlah sangat tinggi dalam jangka panjang, terutama jika pola makan tersebut juga tinggi natrium dan rendah makanan nabati yang kaya serat.

"Orang dengan penyakit ginjal yang sudah ada sebelumnya harus sangat berhati-hati dengan diet tinggi protein. Jumlah protein yang mereka butuhkan harus ditentukan sesuai dengan fungsi ginjal dan kesehatan mereka secara keseluruhan," katanya.

Karena itu, mengikuti pola makan atlet profesional atau influencer kebugaran tidak selalu tepat. Kebutuhan kalori, tingkat aktivitas, fungsi ginjal, dan riwayat kesehatan setiap orang bisa sangat berbeda.

Pentingnya Berkonsultasi dengan Profesional

Penelitian pada orang dewasa sehat belum secara konsisten menunjukkan bahwa asupan protein yang lebih tinggi menyebabkan penyakit ginjal kronis. Meski demikian, bukan berarti konsumsi protein tanpa batas merupakan pilihan yang baik.

Hal ini menjadi lebih penting bagi orang yang sudah mengalami penurunan fungsi ginjal. Pada penyakit ginjal kronis, asupan protein mungkin perlu dibatasi karena konsumsi protein berlebihan dapat meningkatkan jumlah zat sisa yang harus diproses oleh ginjal.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) merekomendasikan agar pengidap penyakit ginjal kronis berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk menentukan jumlah protein, natrium, dan nutrisi lainnya yang tepat.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Mitos atau Fakta: Menahan Pipis Bisa Kena Kanker Ginjal?"
[Gambas:Video 20detik] (elk/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads